Peristiwa

Pemudik Asal Kepulauan Madura Terlantar di Pelabuhan Tanjungwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Puluhan calon penumpang kapal pelayaran antar pulau tujuan Kepulauan Madura terlantar di Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Mereka sudah berhari-hari menunggu kepastian mengenai pembelian tiket untuk mudik ke daerah asalnya.

Titin salah satu pemudik asal Pulau Sabuntan, Kabupaten Sumenep, Madura mengaku telah dua hari menginap di teras depan pelabuhan. Ia terpaksa bertahan di lokasi itu lantaran menumpang kapal satu-satunya jalan untuk bertemu keluarganya.

“Sudah dua hari, saya kerja di Bali sebagai pembantu di klinik kesehatan. Sudah dua tahun tidak pulang kampung,” katanya, Selasa (19/5/2020).

Ia bertahan di tempat itu bukan tanpa alasan. Selain karena terpaksa, mayoritas pemudik ini belum mendapat tiket karena ada persyaratan yang belum terpenuhi. “Katanya kalau mau beli tiket dan ikut pelayaran harus memenuhi persyaratan, salah satunya harus cek kesehatan. Tadi sudah cek kesehatan, tapi masih kurang katanya harus di rapid test,” ungkapnya.

Padahal, kata Titin, dirinya telah menunjukkan bukti surat kesehatan dari Bali. Tapi, petugas atau operator kapal masih belum dapat menerimanya. “Saya tadi tes bayar Rp 60 ribu cek kesehatan biasa. Kalau yang rapid test itu sekitar Rp 400 ribu, mana kami punya uang, ini saja buat pulang kita masih kurang. Apalagi di sini sudah dua hari. Ada yang sudah seminggu di sini, belum dapat tiket,” terangnya.

Kondisi ini yang dikeluhkan oleh para pemudik tersebut. Mereka meminta keringanan agar dapat melanjutkan perjalanan ke kampung halaman. “Ya gimana ya, kami minta tolong bagaimana caranya agar bisa pulang itu saja. Kami nggak mau di sini terus, tidur di sini kalau malam nyamuknya besar-besar,” ungkapnya.

Rencananya, para pemudik ini akan ikut dalam pelayaran menuju ke sejumlah tujuan kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura. Mereka akan menumpang kapal Sabuk Nusantara 92 yang baru tiba Selasa (19/5/2020) dan akan berangkat Rabu (20/5/2020). [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar