Peristiwa

Pemuda di Ponorogo Ditangkap Polisi, Usai Transaksi Edarkan Pil Koplo

Pelaku DN, warga Desa Bambunsari Kecamatan Ponorogo yang tertangkap usai edarkan Pil Koplo. (Foto/Polsek Sambit)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 17 butir pil dobel L berhasil diamankan oleh unit Reskrim Polsek Sambit. Pil yang biasanya juga disebut sebagai pil koplo tersebut, diamankan dari laki-laki yang berinisial DN (30).

Dimana, warga Kelurahan Bangunsari Kecamatan/Kabupaten Ponorogo hendak memgedarkan pil itu di daerah jalan Desa Kemuning-Bendo, masuk Desa Kemuning Kecamatan Sambit Ponorogo.

“Kami tangkap pemuda inisial DN asal Kelurahan Bangunsari Kecamatan Kota yang akan mengedarkan pil koplo di wilayah hukum Polsek Sambit,” kata Kapolsek Sambit AKP Sutriatno, Senin (12/4/2021).

AKP Suriatno mengungkapkan penangkapan pengedar pil koplo itu bermula dari informasi dari masyarakat. Bahwa di jalan Kemuning-Bendo diduga ada transaksi obat terlarang. Saat itu juga, ia memerintahkan anggota reskrim Polsek Sambit untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

“Informasi itu ternyata benar, petugas kami melakukan penangkapan terhadap pemuda yang berinisial DN ini,” katanya.

Pelaku DN, mengakui telah mengedarkan pil dobel L di Desa Kemuning Kecamatan Sambit. Selain mengamankan 17 butir pil dobel L, petugas kepolisian juga mengamankan satu buah HP warna hitam putih dan uang sebesar Rp 12 ribu, hasil dari penjualan pil dobel L. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku DN dijerat dengan pasal 197 atau pasal 196 UURI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak  Rp 1,5 miliar.

“Kami jerat dengan pasal 197 atau 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar