Peristiwa

Pemuda Bersenjata Parang Mengamuk di Balai Desa saat Pencairan BLT

Sumenep (beritajatim.com) – Suasana pencairan bantuan langsung tunai (BLT) di Balai Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendadak gaduh. Warga yang tengah antre pencairan BLT tiba-tiba menjerit ketakutan dan berlarian. Mereka melihat Aldi alias Cammak (25), datang ke balai desa sambil mengacungkan sebilah parang.

Ketakutan warga di balai desa baru mereda ketika salah seorang warga bisa merebut parang yang dibawa Cammak. Pemuda itupun diminta untuk pulang karena di balai desa masih berlangsung kegiatan pembagian BLT.

Ulah Cammak membawa parang itu merupakan lanjutan dari ulah sesaat sebelumnya, yakni melempari kaca balai desa dengan batu. Akibatnya, kaca jendela ruang kepala desa pun pecah. “Saat itu keributan bisa dicegah. Sejumlah anggota Linmas berhasil menghalangi pelaku dan memintanya untuk pulang,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (2/7/2020).

Ternyata hanya berselang 15 menit kemudian, Cammak kembali datang ke balai desa sambil tangan kanannya memegang sebilah parang dan tangan kirinya memegang palu. “Karena ulah Cammak dinilai meresahkan warga, akhirnya tokoh masyarakat setempat melaporkan ke Polsek Sapeken. Polisi pun kemudian meringkus tersangka,” ungkap Widiarti.

Barang bukti berupa parang dan palu yang berhasil disita petugas

Tersangka dijerat pasal 406 KUH Pidana Jo pasal 2 ayat (1) UU Drt No. 12 tahun 1951, yakni melakukan tindak pidana dengan sengaja dan dengan melawan hak melakukan pengrusakan terhadap kantor balai desa pagerungan kecil dan atau dengan sengaja membawa, menyimpan, menguasai, memiliki senjata tajam tanpa ijin yang sah.

“Kami masih mendalami apa motif tersangka melakukan perusakan balai desa dan membawa senjata tajam di sana,” pungkas Widiarti. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar