Peristiwa

Pemprov Jatim Belum Terima Pengajuan Dana Rp 400 M untuk Covid-19 dari Jember

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember merencanakan dana Rp 400 miliar untuk penanganan Covid-19. Namun ternyata rencana itu belum diterima Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Belum ada itu” kata Kepala Biro Administrasi Pemerintah dan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Jatim Jempin Marbun via ponsel, Sabtu (11/4/2020).

“Sebenarnya kalau ada peraturan daerah APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), bisa diambil dari bidang lain sesuai anggaran yang ada. Tapi karena ini hanya peraturan kepala daerah (perkada), maka saya rasa ada batasan-batasannya,” kata Marbun.

Pemkab dan DPRD Jember memang belum menyelesaikan pembahasan APBD 2020 hingga saat ini. Akhirnya bupati mengajukan peraturan kepala daerah yang disetujui gubernur pada 3 Januari 2020. “Coba dicek di perkada yang ada itu apa saja yang boleh (dianggarkan), kan (anggaran Covid-19) tidak ada,” kata Marbun.

Pemkab Jember berencana merealokasi sejumlah pos anggaran yang tidak digunakan untuk keperluan penanganan Covid-19. “Kalau dia Perda (Peraturan Daerah APBD) ya mungkin bisa saja. Tapi apakah dengan perkada yang sudah ada, sudah sesuai atau belum. Itu dulu masalahnya,” kata Marbun.

“Makanya coba dicek apa sudah sesuai apa belum. Kalau tidak ada, maka dasar hukumnya mana?” kata Marbun.

Alokasi anggaran daerah harus mengacu kepada isi perkada yang sudah disetujui gubernur pada 3 Januari 2020 sebagai dasar hukum. “Kedua, apakag sudah dibicarakan dengan Dewan (DPRD Jember),” kata Marbun.

Marbun mengatakan Pemerintah Provinsi Jatim sendiri juga melakukan realokasi anggaran. “Tapi gubernur membicarakan dengan Dewan (DPRD Jatim). Tidak bisa sepihak. Fungsi dari Dewan kan budgeting (penganggaran) termasuk,” katanya. (wir/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar