Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pemkot Surabaya Suplai Sembako ke Pemilik Warung Terdampak PPKM Darurat

Pembagian Sembako ke Warung selama PPKM Darurat

Surabaya (beritajatim.com) – PPKM  diperpanjang kembali selama sepekan hingga 25 Juli. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bukan istilah PPKM Darurat melainkan Intruksi Mendagri. Tetapi, ia dan jajaran TN/Polri bersinergi meringankan beban warga Kota Pahlawan.

“PPKM Darurat ini kalimatnya bukan PPKM Darurat lagi. Tapi Intruksi Mendagri sama, karena itu dalam waktu 1 minggu ke depan ini kita sampaikan kepada seluruh pejabat pemkot, kita juga akan menyediakan paket sembako yang akan turun. TNI/Polri, kita juga sudah menyiapkan sendiri, dan bagaimana meringankan beban warga Surabaya,” kata Eri, di Balai Kota, Rabu (21/7/2021).

“Karena sebenarnya dengan kondisi begini berat. Saya sadari berat betul, kalau ada yang mengatakan ga berat, ga onok. Karena ekonomi tidak berjalan,” tambahnya.

Lanjut Eri, Presiden Jokowi menyampaikan, jika dalam waktu seminggu terjadi penurunan, maka tanggal 26 Juli akan dilakukan relaksasi. Ia berharap kepada warga Surabaya untuk berjibaku dalam sepekan ini.

“Ayo kurang seminggu ini kita berjibaku, saling melengkapi. Saya sudah sampaikan kepada pejabat semuanya, turun, cek teman-teman sentra kuliner, PKL, warkop, semuanya, cek. Kalau itu memang punya warga Surabaya, ya kita akan bantu sembako. Sehingga untuk menunggu 1 minggu ke depan ini bisa turun. Sehingga bisa melakukan relaksasi tanggal 26 (Juli). Seperti yang lalu-lalu, saya bisa buka mal, saya bisa buka sampai jam 10 malam untuk warkop,” jelasnya.

 

Sembako bantuan selama PPKM darurat

Menurutnya, hal tersebut ia lakukan sebagai relaksasi. Akan tetapi, ketika kasus naik secara drastis, akhirnya pemerintah pusat mengatakan darurat. “Mau tidak mau kita tidak punya pilihan. Karena yang menentukan Surabaya level 4 PPKM Darurat, itu negara yang menentukan, bukan lagi Wali kotanya . Itu sudah perintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika penanganan level 4 di Surabaya sama dengan Instruksi Mendagri. Seperti jam operasional hingga pukul 20.00 WIB, hingga dijalankannya prokes ketat. Contohnya tempat makan yang harus ketat pada prokes.

“Monggo semuanya yang berjualan bisa tetap jualan, tapi jangan makan di tempat. Terus pakai masker. Sehingga kalau sudah berkurang, minggu depan bisa melakukan relaksasi makan di tempat 30%. Kalau ekonomi ingin jalan, angka sakit juga harus turun,” urainya.

Eri mengatakan, jika Presiden sudah menyampaikan secara humanis. Seperti bagaimana bantuan ke masyarakat dilakukan, dan Pemkot Surabaya akan menjalankan semuanya.

“Dan saya berharap 1 minggu ke depan, mohon doanya warga Surabaya dengan langkah kita, minggu depan perekonomian sudah harus bisa berjalan dengan relaksasi-relaksasi yang akan kita lakukan untuk seluruh usaha di Kota Surabaya,” pungkasnya.[way/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar