Peristiwa

Pemkot Malang Selamatkan Rel Trem, Tanpa Hambat Kayutangan Heritage

Bekas jalur trem era kolonial Belanda ditemukan di Kayutangan Heritage.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang berharap pembangunan kawasan Kayutangan Heritage selesai sesuai tenggat waktu yang ditargetkan yakni sebelum natal atau 20 Desember 2020. Penemuan jalur rel trem atau jalur kereta api tengah kota pada era kolonial Belanda di kawasan Kayutangan Heritage diharapkan tidak menggangu jadwal penuntasan proyek ini.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, sejumlah usulan penyelamatan rel trem di koridor perempatan Rajabali sedang dimatangkan. Selama proses itu pelaksana proyek Kayutangan Heritage diminta tetap bekerja sesuai rencana agar deadline pengerjaan terlaksana tepat waktu.

“Jangan sampai pelaksana nanti dibuat menjustifikasi ini lambat gara-gara relnya (eks jalur trem) minta begini. Ini jangan alasan, saya minta kalau bisa alasannya kemarin satu bulan lebih harus bisa nanti alasan belum kering, sekarang ada alat mengeringkan,” papar Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, ada beberapa pertimbangan untuk menyelamatkan jalur trem era kolonial Belanda ini. Diantaranya rel bekas jalur trem diangkat, persoalanya membuat jalanan menjadi licin dan membahayakan pengendara motor yang melintas.

Usulan lainnya adalah diberi batu andesit namun jenis batu andesitnya dibuat berbeda dengan yang lain sebagai pengiat bahwa di bawah batu andesit ada bekas jalur eks trem. Usulan lainnya adalah dipasang kaca agar jalur trem terlihat dari jalan raya. Usul pembuatan kaca cukup rumit sebab bahan harus diimpor dari China.

“Ada yang usul suruh naikkan. Agar kelihatan dan sejajar dengan batu andesit tapi nanti pengendara rentan terpleset. Ada usul dipasang kaca tapi masih harus impor ke China dan itu cukup lama. Usul saya andesitnya dibedakan. Ini masih rekomendasi antara ditimbun atau diangkat tapi kelihatan,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar