Peristiwa

Pemkot Malang Kejar Pengembang Perumahan Longsor

Wali Kota Malang, Sutiaji dan Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata meninjau rumah duka.

Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang Sutiaji meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso segera mengejar pengembang perumahan Sulfat Inside, Jalan Sadang RT 09 RW 18, Bunulrejo.

Pemkot Malang ingin melihat secara detail izin pembangunan perumahan itu. Jika terbukti melanggar maka pengembang harus bertanggungjawab kepada para pembeli rumah. Mereka berharap pengembang perumahan segera memenuhi panggilan PUPR.

“Kami meminta kebijaksanaan pengembang. Nanti, kami akan melakukan kroscek dan dicocokkan dengan BPN (Badan Pertanahan). Mestinya tidak dapat sertifikat jika melanggar karena pembangunan di sempadan sungai,” kata Sutiaji, Rabu (20/1/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan pengembang harus bertanggungjawab atas insiden ini. Akibat longsor di perumahaan ini, Roland Sumarna (40) menjadi korban. Dia ditemukan meninggal dunia di Waduk Sengguruh, Kabupaten Malang karena terseret arus Sungai Bango.

“Halaman rumah yang longsor adalah car port padahal harus ada jarak 6 meter dari sepadan sungai. Sudah kami ukur batas bangunan itu kan ada, nanti kami jelaskan kepada pengembang. Sanksinya, mereka harus bertanggungjawab,” ujar Hadi.

Hadi mengatakan, sampai saat ini pihaknya sulit melakukan konfirmasi kepada pengembang karena sedang dalam pencarian. Berdasarkan informasi, pengembang perumahan warga Sukun, Kota Malang.

“Sampai kemarin, kami belum bisa ketemu dengan pengembang. Nanti kami cari. Berdasarkan pengakuan warga, waktu kejadian, dia (pengembang) sudah datang,” tandasnya. [luc/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar