Peristiwa

Pemkab Tak Fasilitasi Pasar Takjil, Warga Diminta Taat Physical Distancing

Salah satu stand pasar takjil dadakan milik warga

Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan tidak memfasilitasi pelaksanaan pasar takjil untuk Ramadan 1441 H.

“Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk pasar takjil selama bulan Ramadan, Pemkab tidak lagi memfasilitasinya,” kata Sekretaris Daerah Sumenep, Edy Rasiyadi, Sabtu (25/4/2020).

Namun ia tidak bisa melarang apabila ada warga yang secara pribadi membuka lapak untuk berjualan takjil. “Ini kan menyangkut masalah perut ya, jadi kami tentu saja tidak bisa melarang bagi yang akan berjualan takjil. Yang jelas kalau pemerintah daerah tidak memfasilitasinya,” terang Edy.

Ia hanya mengingatkan agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, dan rajin cuci tangan. “Jadi untuk para pedagang, diminta untuk menyediakan tempat cuci tangan bagi pembeli, atau hand sanitizer. Selain itu, harus taat physical distancing,” ucapnya.

Ia mengimbau kepada semua pihak untuk membantu memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan membatasi aktifitas di luar rumah. “Sesuai dengan surat edaran bupati, warga diminta mengurangi aktifitas ke luar rumah, terutama hari Sabtu dan Minggu. Kalaupun terpaksa keluar rumah, jangan lupa pakai masker,” ucapnya. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar