Peristiwa

Pemkab Sidoarjo Salurkan 1000 Masker ke Posko Relawan Covid=19

Wakil Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Saifuddin membagikan masker ke Relawan di Sidoarjo, Jumat (10/4/2020).

Sidoarjo (beritajatim.com) – Di tengah upaya penekanan pandemi Covid-19, Pemkab Sidoarjo akan  memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Konsekuensi dari pemberlakuan PSBB ini tentunya berdampak pada ekonomi masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah telah mempersiapkan bantuan berupa sembako.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Saifuddin pada saat diskusi dengan relawan terkait pemberian jaminan hidup pasien PDP.

Pada momen ini, H. Nur Ahmad Saifuddin menegaskan kembali kepada Dinas Sosial, apakah benar jumlah penduduk miskin di Sidoarjo, berdasarkan data dari PKH sejumlah lebih kurang 135.000? Pemkab Sidoarjo sudah menganggarkan untuk bantuan sebesar Rp 40 miliar.

“Saya berharap data ini betul-betul rasional, karena ini masalah yang pelik dan harus hati-hati,” katanya Jumat (10/4/2020).

Selain itu bantuan sembako juga akan didistribusikan kepada 24.000 keluarga yang terdampak Covid-19 di luar data PKH, ini leading sector dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo.

“Untuk itu, saya mohon bantuan kepada para relawan yang tergabung dalam Tagana dan Forest (Forum Relawan Sidoarjo Tangguh), Info Lantas Sidoarjo (ILS) dan Galena, dalam hal pendistribusian bantuan untuk keluarga diluar PKH,” pintanya.

Sekretaris Dinas Sosial Ahmad Misbahul Munir mengatakan, basis data kami ada 135.000 keluarga dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Di dalam -nya ada 35.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ada yang mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dari data 135.000 keluarga itu juga ada 73.000 keluarga penerima Bantuan Sosial Pangan( BSP), yang diterima setiap bulan, setiap tanggal 5. Sebelum ada wabah ini jumlah bantuannya sebesar Rp 110.000. Di tahun 2020 naik menjadi Rp 150.000.

Sejak adanyah wabah Covid-19 bantuannya naik menjadi Rp 250.000 untuk 6 bulan kedepan. Namun bantuan tersebut tidak bisa diambil uang harus dibelanjakan ke agen yang ditunjuk.

“Pada saat ini pusat meminta data dari 135.000 keluarga miskin yang belum mendapat bantuan sebesar 27.000 keluarga. Daerah juga ada bantuan Raskin APBD, sejak tahun 2019 ini kami sampaikan dalam bentuk non tunai, penerimanya adalah 5.000 keluarga di luar data 73.000 KPM,” rincinya.

Sementara dari relawan Sedekah Rombongan telah membagi paket sembako sejumlah 3000 paket sembako, sudah didistribusikan ke 18 kecamatan, dan rencananya dari relawan Galena juga akan mendistribusikan 2.500 paket sembako.

Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra, M. Ainur Rahman, menggaris bawahi bahwa bantuan 24.000 keluarga, mohon koordinasi yang baik dengan relaawan, dengan desa, kecamatan dan Disperindag Kabupaten Sidoarjo, agar tidak terjadi tumpang tindih data.

Selain itu, kami berharap datanya bisa masuk dulu ke kami baru bisa dilakukan pendistribusian bantuan sembako, karena ini terkait pertanggung jawaban anggaran Disperindag Kabupaten Sidoarjo.

“Untuk data penerima bantuan yang 135.000 keluarga sudah tidak bisa diutak-atik lagi karena itu sudah terdata di pusat. Kami mohon ada koordinasi dan kerjasama yang baik, baik itu dalam hal pengumpulan data dan pendistribusian bantuan. Sehingga bantuan ini tepat sasaran dan merata,” paparnya berharap.

Di kesempatan lain, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sidoarjo, H. Nur Ahmad Saifuddin juga menyalurkan bantuan 1.000 masker ke Posko Relawan Covid-19. Ada 50 relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Sidoarjo Tangguh (Forest) di Posko Relawan Covid-19 Galena di Desa Banjarpoh, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo tersebut. (isa/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar