Peristiwa

Pemkab Pamekasan Dituntut Bela Petani Temkabau

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah warga berunjukrasa ke Kantor Bupati Pamekasan, di Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Kamus (18/7/2019). Mereka menuntut kebijakan dan langkah konkrit pemerintah terhadap tembakau petani, khususnya menjelang musim panen tenbakau tahun ini.

Salah satunya seputar harga tenbakau, sebab berdasar regulasi yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) setempat. Break Event Point (BEP) tembakau petani dihargai sebesar Rp 42 ribu per kilogram (kg). Sehingga hal itu dinilai sangat tidak layak.

Termasuk juga persoalan sample alias pengambilan contoh hasil panen tembakau petani, seyogyanya harus diambil maksimal seberat 1 kg per bal sesuai Perda, justru diambil hingga seberat 3 hingga 4 kg/bal. Kondisi tersebut lagi-lagi dinilai sangat merugikan petani.

“Dari itu kami mohon kepada bapak bupati (Pamekasan), agar tidak hanya memikirkan pencitraan semata dan membiarkan masyarakat seperti ini. Sehingga bupati harus bersikap tegas memperjuangkan nasib petani,” kata salah satu otator aksi, Muhammad Munir.

Tidak hanya pemkab yang menjadi sasaran massa aksi, mereka juga meminta para wakil rakyat alias anggota legislatif agar tidak apatis dan bersama-sama harus memperjuangkan nasib para petani tembakau. “Kami juga minta ketegasan dari legislatif selaku wakil rakyat,” ungkapnya.

“Pengawasan tembakau di lapangan juga tidak berjalan maksimal, karena sangat sarat dengan permainan. Termasuk petugas Satpol-PP yang notabene sebagai penegak perda, padahal semestinya mereka menindak tegas kegiatan tata niaga tembakau yang melanggar perda,” tegasnya.

Selain itu, mereka juga menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam transaksi tembakau di lapangan. Beberapa di antaranya tidak ada transparansi, dimana pihak bandul selalu kehilangan jumlah timbangan hingga adanya pungutan pajak yang tidak transparan bagi para bandul.

Sementara Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Pamekasan, Budi Irianto menyampaikan akan segera menindak lanjuti tuntutan dari massa aksi. “Kami sangat mengapresiasi aspirasi ini, sebab apa yang disampaikan masyarakat sama halnya dengan cita-cita pemerintah dalam meningkatkan sektor ekonomi masyarakat,” jelasnya.

“Tidak kalah penting, aspirasi ini sudah dicatat dan pengawasan tembakau akan terus kita tegalkan. Termasuk juga bagi Satpol-PP, kami berharap nantinya ada semangat baru dibawah komando pimpinan yang baru,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar