Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tahun 2022

Pemkab Mojokerto Fokus Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tahun 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mempunyai dua fokus yang harus segera ditangani. Yakni mengendalikan Covid-19 dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap ekonomi, pendidikan, budaya dan sosial.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, virus Covid-19 adalah virus yang sangat luar biasa yang diberikan Allah SWT. “Virus yang sangat akuntabel, virus yang sangat cepat sekali untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tahun 2020, kita mengenal varian Alfa, tahun 2021 kita mengenal varian Delta,” ungkapnya.

Dan, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, saat ini muncul varian yang lebih baru lagi yakni varian baru virus Covid-19 B.1.1 529 atau Omicron. Omicron merupakan mutasi Covid-19 yang dapat memiliki tingkat penyebaran dan penyakit yang berbeda dari varian Covid-19 sebelumnya.

“Virus yang diciptakan sangat sederhana, sangat kecil dan kita tidak bisa melihatnya tetapi mempunyai untuk beradaptasi merubah dirinya begitu cepat agar bisa bertahan hidup. Mutasinya rodok (agak) bandel pada vaksin. Mutasi Omicron ke dalam jaringan, tidak hanya pada bagian luar,” katanya.

Varian baru tersebut bagaimana tetap eksis dan bisa menginfeksi terhadap manusia yang sudah di vaksin. Virus tersebut merubah dirinya agar bisa menginfeksi pada manusia yang sudah divaksin. Sehingga Bupati menghimbau semua untuk lebih adaptif dan kreatif dari virus Covid-19.

“Maka kita yang diberikan oleh Allah SWT kesempurnaan, diberikan kenikmatan lebih banyak, kita harus akuntabel dari virus Covid-19. Kita harus lebih adaptif dan kreatif dari virus Covid-19. Tetapi jangan khawatir, kita bisa mengantisipasi dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Mutasi yang dapat membuat virus lebih mudah menyebar dari orang ke orang dan menginfeksi lebih banyak orang ini, menurutnya bisa diantisipasi dengan protokol kesehatan. Pemkab Mojokerto dituntut pemerintah pusat hingga akhir Desember 2021 vaksin dosis pertama 70 persen dan 40 persen lansia.

“Anggaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto untuk penanganan Covid-19 cukup besar sekali, termasuk bantuan-bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Total Rp133 milyar lebih, belum dari TNI/Polri, anggaran dari BPJS Ketenagakerjaan yang gajinya dibawah UKM dapat bantuan,” tuturnya.

Sehingga pemerintah berupaya selama hampir dua tahun karena pandemi Covid-19 berdampak terhadap ekonomi, pendidikan, budaya, sosial dan lainya sungguh luar biasa. Sehingga saat ini, Pemkab Mojokerto harus segera melakukan pemulihan dari dampak Covid-19 terutama pada sektor ekonomi.

“Sehingga fokus utama saat ini adalah harus bisa mengendalikan Covid-19 karena kita tidak bisa melangkah kalau Covid-19 tidak bisa dikendalikan. Saat ini, fokus kita ada dua. Covid-19 dikendalikan dan pemulihan ekonomi. Meski begitu, kegiatan fisik di Kabupaten Mojokerto tahun 2021 tetap berjalan,” tegasnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar