Peristiwa

di Kolam Resapan TPA Karangdieng

Pemkab Mojokerto Beri Santunan pada Keluarga Bocah Meninggal Tenggelam

Pemkab Mojokerto memberikan santunan kepada korban bocah tewa tenggelam di kolam resapan TPA Karangdieng.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto menyerahkan santunan duka sebesar Rp10 juta pada keluarga Muhammad Afiansyah. Yak ini bocah 9 tahun yang tewas tenggelam di kolam resapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) TPA Edukasi Karangdiyeng.

Santunan diserahkan Sekretaris DLH bersama Perwakilan Polsek Kutorejo, Koramil Kutorejo, Kepala Dusun Jaringansari dan Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Senin (25/1/2021). Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian dan ikut berduka, atas meninggalnya korban yang merupakan anak semata wayang Nuraini.

Berdasarkan informasi di lapangan, pada Minggu (24/1/2021) kemarin, korban bersama teman-temannya diketahui masuk area IPAL lewat jalur belakang. Padahal selama ini area yang berada di bagian belakang TPA tersebut, terdapat larangan untuk bermain di sekitar kolam IPAL apalagi untuk berenang.


Papan larangan juga dilengkapi dengan tali pembatas. Namun anak-anak tidak menggubris papan larangan tersebut. Bahkan, tali pembatas juga di naik turunkan. Korban pun diketahui memiliki penyakit epilepsi, sehingga diduga kuat kambuh dan berujung insiden nahas tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Didik Khusnul Yakin mengatakan, jika selama ini sudah diingatkan dan dilarang, tetapi anak-anak sering curi-curi lewat belakang. “Ada garis pembatas juga terpasang. Mestinya memang tidak boleh untuk mainan, itu bukan kolam. Tapi namanya anak kecil, terkadang nekat. Ini akan jadi atensi bersama, agar tidak ada lagi insiden-insiden tidak diinginkan,” ungkapnya.

DLH Kabupaten Mojokerto dari awal TPA Karangdiyeng beroperasi, terus meningkatkan fasilitas dan keamanan secara ketat disertai petugas jaga. Namun atas insiden ini, DLH bakal menerapkan sistem keamanan lebih ketat lagi. Bagi pengunjung anak-anak, tempat bermain telah disiapkan di area taman yang didesain sebagai fasilitas penunjang TPA Edukasi Karangdiyeng.

Untuk sementara, TPA Karangdiyeng ditutup dari orang luar sebagai bentuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan terjadi berulang. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar