Peristiwa

Pemilik Toko di Terminal Kertajaya Mojokerto Meninggal

Jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemilik salah satu toko di area Terminal Kertajaya Kota Mojokerto ditemukan meninggal, Senin (8/3/2021). Korban diduga meninggal sudah lebih dari satu hari karena bau yang ditimbulkan dari jenazah korban yang diketahui berasal dari Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Saat ditemukan pertama kali, korban berada di bagian belakang toko dengan posisi terlentang di lantai toko. Sementara bagian kepala berada di bawah ranjang dengan kaki menyilang. Bau menyengat muncul dari jenazah korban yang diduga meninggal sudah lebih dari satu hari tersebut.

Salah satu pemilik warung, Suwarsih mengatakan, korban setiap hari tinggal di toko yang disewanya tersebut. “Iya tinggal di situ, sudah lama. Saya saja sudah 26 tahun jualan nasi di sini. Saya sama Umi, duluan Umi. Orang-orang panggilannya Umi, karena memang dia sudah haji,” ungkapnya.

Masih kata Suwarsih, sebelumnya terlihat korban tinggal bersama ponakan di toko yang berada di deretan tengah Terminal Kertajaya. Namun lama tidak terlihat. Ia sendiri juga jarang bertemu dengan korban karena jarak warung miliknya dengan toko milik korban yang jauh.

“Karena memang jauh, jarang ketemu. Biasanya ya terlihat jalan-jalan di depan sini tapi ini beberapa hari tidak terlihat. Orang Bima, memang sakit-sakitan. Rumahnya jauh ya berobat sendiri. Tidak ada keluarga di sini, hanya ponakannya itu yang terlihat tapi ini lama tidak terlihat,” ujarnya.

Jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Operasional, Unit Pelaksana Teknis Lalu-lintas Angkutan Kalam (UPT LLAJ) Mojokerto, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Yoyok Kristyowahono mengatakan, penemuan mayat diketahui setelah ada seorang tukang ojek memberitahu tahu.

“Jam 7 pagi tadi, saat saya apel diberitahu tukang ojek melihat kaki korban yang pucat dengan kondisi toko tertutup. Tidak ada yang berani buka sehingga kami memberanikan diri membuka dan memastikan korban meninggal. Saya saya cek ternyata benar, kemudian koordinasi dengan Polresta dan Dinkes Kota Mojokerto,” katanya.

Korban diketahui atas nama Khalifah, usia sekitar 80 tahun. Pengakuan korban saat awal menyewa toko di Terminal Kertajaya merupakan pensiunan pegawai Pengadilan Negeri (PA) Bima, NTB. Sabtu (6/3/2021) siang, petugas Terminal Kertajaya masih melihat dan mendengar korban batuk.

“Usia sekitar 80 tahun an, Sabtu siang diketahui petugas masih mendengar suara batuk korban. Diperkirakan Sabtu sore atau malam meninggalnya, tidak ada tanda-tanda kekerasaan di tubuh korban. Memang korban sakit, tiap hari tidur di sini (toko),” jelasnya.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas dari Unit Inafis Satreskrim Polresta Mojokerto menggunakan baju hazmat mengevakuasi jenazah korban. Menggunakan ambulan milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto, jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar