Peristiwa

Pemilik Terminator Akui Tak Punya Izin Penjualan Miras

Pemilik Terminator menemui sidak DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – Pemilik Terminator Yupiter Tanjoyo Salim mengaku sudah memiliki perizinan untuk penggunaan hall menjadi salah satu bagian dari lokasi hiburan rumah bernyanyinya.

Hal ini dikemukakan Yupiter, di sela-sela inspeksi mendadak yang dilakukan pimpinan DPRD dan aparat Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (12/3/2019). Dalam sidak itu, ditemukan adanya sejumlah minuman keras ilegal dan tak adanya perizinan untuk salah satu bangunan (hall) sebagai tempat hiburan.

“Dari awal, enam tahun lalu, kami sudah mengajukan izin resmi untuk rumah bernyanyi. Rumah bernyanyi sudah berjalan dua tahun, lalu saya mengajukan tambahan (izin) hall dan resto. HO (izin gangguan) sudah keluar, sudah ada semua. Terus kami ajukan baru ‘Tempat Bernyanyi, Resto and Hall,” kata Yupiter.

Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu Jember kemudian berdiri. “Saya bawa dan ajukan (minta) tolong agar ditambahi (izin) hall and resto,” kata Yupiter.

Ternyata, menurut Yupiter, petugas berpendapat Terminator tak perlu mengurus perizinan HO baru, karena hall dan rumah bernyanyi tersebut berada dalam satu bidang. “Kecuali pisah beda (bidang berjarak) 10 meter baru tidak boleh (hanya satu HO),” katanya.

Hall tersebut, kata Yupiter, difungsikan sebagai tempat mendengarkan musik. “Untuk customer yang suka mendengarkan musik sambil santai, sambil minum. Rata-rata orang dewasa. Tidak ada anak kecil. Wong bukanya sampai jam sebelas malam. Kadang jam satu dini hari tutup. Kalau ramai jam dua tutup,” katanya.

Bagaimana dengan temuan minuman keras? “Untuk minuman keras ini, kami pernah mengajukan izin resmi. Tapi di Jember tidak dikeluarkan izinnya. Rumit. Ini (minuman) resmi dari importir,” kata Yupiter. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar