Peristiwa

Tenggelamnya KM 'Berhasil II'

Pemilik Sudah Punya Firasat Sebelum Kapal Tenggelam

Pemilik KM Berhasil II berbincang bersama para nelayan usai pencarian korban

Sumenep (beritajatim.com) – Pemilik KM Berhasil II, H. Syaiful, warga Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep mengaku telah mendapatkan firasat sebelum musibah tenggelamnya kapal miliknya di perairan Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting terjadi.

“Sebenarnya memang beberapa waktu sebelum ini, saya sudah mendapatkan firasat aneh,” katanya, Rabu (17/2/2021).

Namun ia tidak menyebutkan, firasat seperti apa yang ia dapatkan. Ia hanya menduga akan ada peristiwa yang terjadi. Namun ia tidak menyangka bahwa firasat itu sebagai pertanda musibah kapalnya.

“Saya tidak menyangka bahwa akan ada musibah ini. Semoga saja tiga orang yang hilang dalam musibah tenggelamnya kapal ini bisa segera diketemukan,” harapnya.

Ia menuturkan, keluarga korban berharap agar tiga korban itu segera diketemukan, apapun kondisinya. “Keluarga korban berusaha menerima, bagaimanapun kondisi saat ditemukan. Yang penting bisa diketemukan, mereka sudah lega,” ucapnya.

Menurutnya, berdasarkan kisah para ABK yang selamat, tiga korban hilang itu diduga terlilit jaring kapal saat kapal dihantam ombak. Korban hilang ini diduga masih di kapal dan ikut tenggelam bersama kapal.

“Bangkai kapal saya itu diperkirakan ada di kedalaman 40 meter dari permukaan laut. Karena itu diperlukan penyelam untuk melihat bangkai kapal, mencari korban hilang di titik tenggelamnya kapal,” ujarnya.

Kapal Motor (KM) ‘Berhasil II’, tenggelam di selatan Perairan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, akibat cuaca ekstrem. Kapal milik H. Syaiful Hidayat, warga Dusun Tarogan, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, membawa 17 ABK.

Mereka berangkat melaut pada Minggu (14/02/2021) malam. Pada Senin (15/02/2021) jam 3 pagi, perahu dihantam ombak setinggi 3 meter hingga tenggelam. Dari 17 ABK, 14 ditemukan selamat dan telah dievakuasi melalui Pelabuhan Lobuk, Bluto. Sedangkan 3 lainnya masih dalam upaya pencarian

Tiga korban hilang yang masih belum ditemukan adalah Pak Endin, warga Desa Kapedi, kemudian Harun dan Juma’awam, keduanya warga Desa Lobuk Kecamatan Bluto. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar