Peristiwa

Pemilik ‘Pohon Menangis’ Baca Ayat Kursi, Inilah Hasilnya…

Jember (beritajatim.com) – Mawardi, anggota keluarga pemilik pohon akasia menangis di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebenarnya tak percaya dengan takhayul dan hal-hal mistis.

“Saya percaya kalau itu menangis karena saya dengar sendiri suara seperti tangisan. Tapi kalau ada yang mengatakan itu suara makhluk halus, saya tidak percaya seratus persen,” kata Mawardi kepada beritajatim.com, Sabtu (18/1/2020).

Mawardi tadi pagi sepulang dari langgar (masjid) sempat memeriksa pohon itu. Ia penasaran mencari lubang yang bisa menjadi asal suara. “Saya ini tidak gampang percaya dengan makhluk-makhluk gaib. Saya lebih suka mencari kepastian,” katanya.

“Masa makhluk halus. Kok berdiam di sini lama benar? Meski saya bacakan ayat-ayat Alquran kok tidak pindah. Saya sempat bacakan Ayat Kursi sesudah salat Isya semalam. Tidak ada angin. Ada suara tangisan. Lalu saya bacakan Ayat Kursi, kok tetap. Katanya kalau setan atau jin dibacakan Ayat Kursi pergi. Berarti bukan, kata Mawardi.

Namun Mawardi gagal menemukan lubang itu. “Saya masih cari penyebab lainnya,” katanya.

Masyarakat di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur dihebohkan oleh pohon akasia yang mengeluarkan suara seperti tangisan.

Pohon ini tumbuh setinggi 20 meter dan berdiameter 50 centimeter di halaman belakang rumah Wardi (83), warga Dusun Krajan, Desa Mojosari. “Pohonnya berusia lima tahun dan baru ‘menangis’ sekitar seminggu lalu,” kata Mawardi (40), cucu menantu Wardi, Jumat (17/1/2020).

Menurut Mawardi, orang yang pertama kali mendengar suara seperti tangisan itu adalah Aldi Fari, keponakannya yang berusia tiga tahun. “Dia bermain di belakang rumah. Lari bilang ke ibunya, kalau ada orang menangis,” katanya.

Mawardi tidak tahu penyebab suara tangisan. “Polisi sudah mengecek, takut ada faktor penipuan. Ternyata tidak ada. Itu alami,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar