Peristiwa

Pemerintah Siapkan Rumah Sederhana Bagi Korban Gempa Malang

Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, di wilayah terdampak gempa Kabupaten Malang.

Malang (beritajatim.com) – Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, meninjau serta memberikan bantuan sosial kepada warga korban terdampak bencana alam di Dusun Sumber Manggis RT 01, RW 01, Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu, (17/4/2021).

Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (10/4/2021) sekira pukul 14.00 WIB lalu pekan lalu. Banyak rumah warga retak hingga roboh gempa bumi ini. Untuk, meringankan beban atau membantu masyarakat. Pemerintah, TNI dan Polri, membantu secara bersama-sama dan bergotong-royong untuk membersihkan puing-puing bekas reruntuhan material rumah dan fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan.

Secara bergantian Forkopimda Jatim memberikan bantuan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat terdampak gempa. Bantuan sosial yang diberikan diantaranya berupa, mie instan, peralatan mandi, selimut, obat obatan, kebutuhan wanita, sembako dan peralatan sekolah.

Selain memberikan bantuan sosial kepada korban bencana, Kodam V Brawijaya dan Polda Jawa Timur, juga menyiagakan tim trauma healing untuk memulihkan trauma psikis bagi warga masyarakat maupun anak-anak sekitar. Usai memberikan bantuan kepada korban bencana gempa bumi, dilanjutkan dengan peninjauan pembangunan rumah sederhana yang ditandai peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Khofifah, Suharyanto, dan Nico Afinta.

Untuk rumah warga yang roboh, warga diungsikan ke tenda darurat milik BPBD Provinsi Jatim, sedangkan rumah warga yang masih bisa ditempati, mereka masih tetap tinggal di rumah masing-masing.

Khofifah mengatakan, proses pelaporan data korban terdampak gempa harus tervalidasi, untuk bisa diumumkan melalui kantor kelurahan. Pemprov Jatim telah membuat rincian penanganan rumah terdampak gempa mulai ringan sampai berat.

“Sedangkan rumah warga yang mengalami rusak ringan dan sedang akan dilakukan swakelola, yang rusak berat mendapatkan 50 juta rupiah,” jelas Gubernur Jatim.

Khofifah, mengatakan agar mereka tidak terlalu lama berada di tempat pengungsian nantinya TNI dan Polri bersama-sama dan bergotong royong dengan masyarakat melakukan percepatan-percepatan pembangunan rumah sederhana.

Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menjelaskan, bahwa anggota TNI dan Polri telah disiagakan di lokasi bencana untuk bisa bersama-sama membantu masyarakat. “Disini yang diterjunkan ada ribuan anggota TNI dan di bantu dari Polri,” tandas Suharyanto. [luc/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar