Peristiwa

Pemdes dan Tokoh di Pamekasan Nyatakan Boikot Produk Prancis

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Desa (Pemdes) Panaguan, Kecamatan Proppo, bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat, menyatakan boikot terhadap berbagai produk asal Prancis menyusul pernyataan kontroversi Presiden Emmanuel Macron.

Seruan boikot tersebut disampaikan melalui surat erdaran yang ditanda tangani langsung oleh Kepala Desa (Kasep) Panaguan, Daud Samsidin bersama sejumlah tokoh dan ulama di wilayah setempat. Sekaligus mengatas namakan masyarakat setempat.

Dalam surat edaran tersebut terdapat tiga poin penting yang berisi pernyataan tegas akibat pernyataan kontroversi Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Meliputi kesepakatan mengosongkan toko/warung dari berbagai produk produk Prancis.

Selain itu juga terdapat poin kesepakatan untuk tidak menggunakan maupun mengkonsumsi berbagai produk asal Prancis, hingga waktu yang belum ditentukan. Bahkan terdapat satu poin berisi ancaman pembakaran jika toko/warung tidak menghindari edaran dan melanggar pasca diberi teguran tegas.

Surat Edaran Pemerintah Desa (Pemdes) Panaguan, Proppo, tentang boikot produk asal Prancis.

Sementara para tokoh yang ikut serta menanda tangani surat edaran tersebut, di antaranya KH Arif Mahalli (Al-Haromain III), KH Husain Ali Karrar (Midad Al-Qadiri), KH Imam Romli (Buyut Batu Ampar), K Maushul Mujib (LPI Proppo), KH Syamhari (Darul Imam), serta KH Yoyok Mahalli (Pondok Pesantren Al-Awali).

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kades Panaguan, Proppo. Saat dihubungi melalui sambung seluler terdengar nada tidak aktif, sedangkan surat edaran yang ditanda tanganinya bersama para tokoh mulai ramai dan diperbincangkan di berbagai media sosial (medsos).

Sebelumnya sejumlah swalayan di Pamekasan juga sudah mulai melakukan boikot terhadap beragam produk asal negara yang terletak di Eropa Barat, beberapa di antaranya Homastas dan Posank Jaya yang merupakan upaya bisnis milik pondok pesantren. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar