Peristiwa

Pembunuhan Remaja di Bukit Jamur Bermotif Asmara dan Jengkel

Gresik (beritajatim.com) – Motif kasus pembunuhan terhadap AAH (13), remaja yang ditemukan tewas di kubangan Bukit Jamur, Gresik bermotif asmara. Pasalnya, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan polisi. Salah satu pelaku kesal karena pacarnya digoda oleh korban.

“Pelaku MSK (15) nekad membunuh korban karena pacarnya digoda melalui whatsapp,” ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Jumat (6/11/2020).

Atas dasar itu dan jengkel, lanjut Arief, MSK mengajak SNI yang masih satu desa. Pelaku SNI diajak karena orang tuanya diolok-olok oleh korban. “Kedua pelaku MSK dan SNI janjian hendak melakukan tindak pidana karena emosinya sudah memuncak. Saat itu, mengajak korban ke Bukit Jamur dan melaksanakan aksi jahatnya. Dari hasil otopsi di rongga paru korban ada cairan sisa lumpur,” imbuhnya.

Usai membunuh pelaku, MSK melarikan diri ke rumah kakeknya di Sidoarjo. Sementara SNI diamankan di rumahnya berdasarkan barang bukti ponsel yang dilacak oleh petugas.

Dari keterangan SNI, kata Arief, pelaku MSK yang melarikan diri akhirnya bisa diringkus dan kini kedua pelaku yang masih dibawa umur itu sudah diamankan di Mapolres Gresik. “Kedua pelaku sudah diamankan dan diproses sesuai peradilan anak. Pelaku juga dijerat pasal 76 dan pasal 80 UU nomor 34 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman 15 tahun penjara,” katanya.

Sementara, kuasa hukum pelaku Sulthon menyatakan kedua kiennya itu memiliki masalah pribadi dengan korban. “Motifnya sakit karena pacarnya diganggu serta mengolok-olok orang tua pelaku,” ujarnya.

Berbekal alasan tersebut, lanjut dia, keduanya merencanakan untuk memberi pelajaran kepada korban. Dengan mengajak korban ke Bukit Jamur, lalu menghajar korban menggunakan balok kayu lalu menceburkan ke kubangan galian C hingga tewas. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar