Peristiwa

Pembunuhan dan Pembakaran Sri Astutik di Mojokerto Peragakan 29 Adegan di 5 TKP

Mojokerto (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Mojokerto menggelar rekontruksi terhadap pembunuhan Sri Astutik (55) yang jasadnya tinggal tengkorak dan ditemukan di Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto awal Juni lalu.

Kedua tersangka pembunuhan disertai pembakaran mayat yakni Wahyu Hermawan asal (25) asal Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo dan Sugeng Wahyu (23) warga Desa Sugeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto didatangkan ke lokasi.

Rekontruksi dilakukan di lima Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sedikitnya ada 29 adegan yang diperagakan kedua tersangka yang salah satunya merupakan menantu korban warga Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Beberapa adegan krusial mulai dari eksekusi pembunuhan dan pembuangan mayat sementara dilakukan oleh tersangka satu. Yakni Wahyu Hermawan yang merupakan menantu korban. Di adegan ke 7, tersangka membunuh korban dengan cara melilit leher korban memakai sabuk pengaman mobil.

Kejadian tersebut tepat di Desa Sugeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Tersangka menjerat leher korban hingga tewas yang kemudian disembunyikan di semak-semak persawahan. Tersangka menyembunyikan mayat korban  kemudian menjemput tersangka kedua yakni, Sugeng Wahyu.

Saat di dalam mobil, tersangka Wahyu menceritakan kepada tersangka Sugeng bahwa dirinya usai membunuh mertuanya sendiri. Tersangka langsung menunjukkan tempat dimana korban di sembunyikan. Adegan ke 11, tersangka Wahyu memperagakan mengambil barang-barang milik korban yakni gelang dan jam tangan milik korban.

Setelah diambil barang-barangnya korban tetap ditempatkan di lokasi pembuangan sementara tersebut. Tersangka Wahyu langsung kembali ke Sidoarjo untuk menjual gelang milik korban. Tersangka merencanakan membakar mayat korban saat dirinya sedang ngopi di sebuah warung yang ada di Sidoarjo.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Sholikin Fery mengatakan, ada lima TKP mulai dari awal TKP rental mobil, tempat eksekusi, pembuangan mayat sementara, TKP Sidoarjo saat merencanakan pembakaran mayat dan TKP pembakaran mayat.

“Kedua tersangka membakar mayat korban dengan 4 ban baik mobil dan motor serta pertalite. Di hari pertama 3 kali pembakaran, kemudian dipastikan kembali hari kedua pembakaran keempat, ini untuk memastikan betul-betul hangus terbakar,” ungkapnya, Kamis (25/7/2019).

Kasat menambahkan, rekonstruksi ulang tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan untuk menguatkan pembuktian khususnya peran dari masing-masing tersangka. Sehingga didapat fakta-fakta secara detail yakni bagaimana tersangka memperagakan perbuatannya pada saat eksekusi tersebut.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar