Peristiwa

Dijerat Pasal Berlapis

Pembunuh Teman Sendiri Terancam Hukuman Seumur Hidup

Pelaku pembunuhan, Huda, saat digelandang polisi

Jombang (beritajatim.com) – Hudah (30), warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, Jombang, dijerat pasal berlapis. Hal itu terkait perbuatannya membunuh teman sendiri, Bayu Arisanto (21), warga Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan.

Pasal yang dijeratkan masing-masing 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya pidana mati atau pidana seumur hidup atau kurungan selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. Kemudian pasal 365 ayat (3) KUHP yakni dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.

Jenazah korban saat dievakuasim petugas

“Korban sudah merencanakan dari rumah untuk membunuh korban. Makanya dia sudah membawa senjata tajam berupa sabit saat berangkat bersama korban. Sedangkan pasal 365 tentang pencurian yang didahului dengan kekerasan hingga mengakibatkan korbannya meninggal. Pelaku kita jerat pasal berlapis,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu, Kamis (28/2/2019), saat merilis kasus pembunuhan tersebut.

Pembunuhan itu sendiri dipicu oleh sakit hati pelaku karena sering dirisak atau dibuli oleh korban. Padahal antara Hudah dan Bayu adalah teman akrab. Mereka sering nongkrong bareng. “Saya sering diejek. Dibuli. Bahkan pernah juga diludahi. Saya sakit hati,” kata Hudah dengan suara lirih.

Pembunuhan dilakukan Hudah pada Sabtu (23/2/2019) malam di tanggul sungai Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan. Hudah mengajak Bayu ke tanggul tersebut dengan alasan menemui seorang perempuan. Namun diam-diam, warga Desa Ngrandu Lor ini sudah menyelipkan sabit di pinggangnya.

Ketika sampai di lokasi, korban kecewa karena perempuan yang dijanjikan tidak ada. Merasa dibohongi, Bayu melampiaskan kemarahannya dengan memukul Hudah. Pelaku mencoba membela diri, dia lantas menarik sabit yang sudah disiapkan.

Senjata tajam itu dikalungkan ke leher korban. Sekali hentakan, darah segar mengucur deras dari leher Bayu. Warga Desa Dukuhklopo ini terhuyung dan roboh. Mengetahui korbannya tak berdaya, Hudah menyeret tubuh rekannya dan dimasukkan dalam kubangan bekas pembuatan bata merah di bibir sungai.

Tidak lupa, pelaku mengambil HP dan kalung emas milik korban. Selain itu, sepeda motor Honda Mega Pro nopol S 4858 WL milik korban juga dibawa kabur. Mayat korban ditemukan warga tiga hari kemudian, yakni Selasa (26/2/2019).

Saat ditemukan tidak ada identitas secuil pun pada diri korban, sehingga Bayu sempat menyandang status Mr X. Satu-satunya petunjuk adalah tato bergambar manusia bersayap yang ada di punggung. Hingga akhirnya pihak keluarga mendatangi kantor polisi. Identitas korban pun terkuak.

Sedangkan pelaku sempat melarikan diri ke Surabaya usai menghabisi temannya. Namun Hudah kemudian kembali ke Jombang dan sembunyi di rumah kerabatnya di Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito. Karena hendak kabur saat ditangkap, polisi melumpuhkan Hudah dengan timah panas. Peluru milik polisi bersarang di kaki pelaku sebelah kanan. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar