Peristiwa

Hasil Autopsi

Pembuluh Darah Otak Pecah, Penyebab Kematian Janda Pemilik Warkop

Warga memadati warung milik janda satu anak yang tewas dengan luka di kepala, Minggu (20/12/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Setidaknya ada tiga luka yang dialami oleh Waras (53), janda pemilik warung kopi (warkop), warga Dusun Bahudan, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, yang tewas akibat dibunuh. Pertama, atap tulang tengkorak patah, kemudian pembuluh darah otak pecah atau putus, serta patah tulang dada.

Semua luka tersebut disebabkan oleh pukulan benda tumpul. Namun yang menyebabkan kematian korban adalah dua luka, yakni tulang tengkorak patah dan pecahnya pembuluh darah otak. “Benda tumpul yang digunakan untuk menganiaya korban belum kita temukan,” kata Kapolsek Kesamben AKP Slamet Hariana, Selasa (22/12/2020).

Slamet menjelaskan, diketahuinya sejumlah luka yang dialami Waras setelah petugas melihat hasil autopsi yang dilakukan oleh tim dari RS Bhayangkara Kediri. “Sampai saat ini jenazah korban masih berada di rumah sakit Jombang,” ujar Kapolsek menegaskan.

Diberitakan sebelumnya, janda satu anak bernama Waras diketahui sudah kaku sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (20/12/2020). Adalah seorang tukang becak yang pertama kali menemukan jasad tersebut. Saat itu tukang becak ini hendak memesan kopi. Tapi tidak ada respon.

Saat ditemukan, janda pemilik warung tersebut terlentang di atas ranjang. Di bagian kepala terdapat ceceran darah. Korban masih mengenakan pakaian lengkap. Bercelana coklat, baju warna krem, dan memakai jilbab. Perhiasan yang dipakai korban lenyap dibawa pelaku.

Sehari-hari, Waras membuka warung di tepi jalan raya Dusun Bahudan, Desa Wuluh, mulai pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 16.00 WIB. Dia berjualan kopi, es, serta aneka camilan. Jika warung sudah tutup, Waras kembali ke rumah yang jaraknya sekitar 700 meter. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar