Peristiwa

Pembukaan Konferwil XIV Ansor Jatim Berjalan Hikmat dan Penuh Humor

Malang (beritajatim.com) – Ratusan pengurus yang terhimpun dari Pimpinan Cabang (PC/Ansor tingkat Kabupaten/Kota) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC/Ansor tingkat Kecamatan) Ansor Jawa Timur, sejak Minggu pagi (28/7/2019) memadati area Pondok Pesantren Sabilulrosyad, Gasek, Kecamatan Sukun, Kota Malang, untuk registrasi peserta.

Hal itu guna memeriahkan kontestasi pemilihan tiga kandidat Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa timur.
Mereka adalah Ahmad Ghufron Sirodj, Syafiq Sauqi, dan Moh. Abid Umar, yang penetapannya melalui proses verifikasi ketat bakal calon oleh tim caretaker PW GP Ansor Jatim yang dikepalai Abdul Hakam Aqsho.

Acara tersebut juga dihadiri pejabat dan tokoh-tokoh NU Jawa Timur, seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Katua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar dan Ketua Pengurus Pusat (PP) Ansor Yaqut Cholil.

Tepat pukul 09:00 WIB, acara pembukaan dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran kemudian sambutan-sambutan oleh ketua tim caretaker untuk melaporkan persiapan dan progres acara. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar. Kiai yang khas dengan suara lantangnya itu mengajak Pemuda Ansor Jawa Timur agar selalu berproses di NU, hal tersebut bukan tanpa sebab, karena Jawa Timur adalah kiblatnya NU dan banyak melahirkan tokoh-tokoh besar NU. “Jika Pemuda Ansor Jawa Timur mati, NU akan Mati. Jika NU mati, Indonesia akan ikut mati,” paparnya.

Pengasuh pondok pesantren Sabilulrosyad itu juga dengan hikmat menuntun peserta dan calon ketua untuk bersama-sama berikrar sumpah setia berjuang bersama NU.

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menjadi penutup sesi sambutan. Di sela-sela kehikmatan, pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu memberi beberapa kelakar humornya tentang Ansor dan Polri yang membuat Banser dan peserta lain tertawa terpingkal-pingkal.

Pria kelahiran Rembang tersebut menceritakan sejarah panjang terbentuknya dan peran Pemuda Ansor melawan penjajah, secara historis Ansor lahir lebih dulu dibanding Polri. Dengan nada sentilan ia berkata. “Sebagai kakak dari Polri, Ansor memang harus ngalah. Kita tidak digaji tidak masalah, tapi jika ada upah lebih ya bagi-bagi,” ujar Yaqut yang disambut tawa hadirin.

Tidak lupa yel-yel, lagu dan mars mereka nyanyikan di sela-sela acara sebagai identitas diri dan penyemangat saat acara berlangsung. [sya/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar