Peristiwa

Pembongkaran Taman Bundaran Jetak Tunggu Rekomendasi Bupati

Taman Bundaran Jetak di Kelurahan Jetak Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bojonegoro merekomendasikan Pemkab Bojonegoro agar taman Bundaran Jetak di Kelurahan Jetak dan Taman Adipura di Kelurahan Sumbang disesuaikan (dibongkar) dengan kondisi lalu lintas saat ini.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Kepala Bidang Pertamanan, Permakaman dan Penerangan Jalan Umum, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemkab Bojonegoro Fitra Malabuana mengatakan, untuk penyesuaian bangunan tersebut sudah ada tindaklanjut.

Pihaknya mengaku sudah melakukan rapat bersama dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk bersama dengan Sekda Bojonegoro, Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Bojonegoro dan Satpol PP. “Kita tunggu dulu rekomendasi dari bupati untuk penghapusan aset bangunan tersebut terlebih dahulu, sebelum melakukan pemugaran,” ujarnya, Rabu (26/2/2020).

Sementara sesuai dengan pedoman pembangunan pulau jalan yang dikeluarkan oleh Kementerian PU, bangunan yang sudah berdiri itu menurutnya tidak melanggar aturan apapun. Jarak pandang antar pulau juga sudah memenuhi syarat. Hanya saja, menurut dia, rekomendasi penyesuaian bangunan itu karena ada peningkatan volume kendaraan.

“Rekomendasi dari Satlantas ada dua, karena adanya Tol Ngawi volume kendaraan lebih tinggi sehingga badan jalan harus dilebarkan dan bangunan agak diturunkan sehingga petugas pengatur lalu lintas tidak kesulitan,” terangnya.

Untuk melebarkan bahu jalan itu, bangunan taman akan dikecilkan setengah meter. Pembongkaran taman itu rencananya dilakukan pada P-APBD 2020. Termasuk memperbaiki pulau-pulau kecil yang ada di sekitar. Sebab, lanjut dia, pulau-pulau kecil atau pemisah jalur kendaraan itu belum pernah diperbaiki sama sekali.

“Sehingga nanti sekalian akan dilakukan perbaikan. Rencananya tahun 2020 dalam pergeseran anggaran jika disetujui. Kalau tidak disetujui maka akan diusulkan pada 2021,” jelasnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Bambang Prakoso mengatakan, rekomendasi untuk pemugaran taman bundaran Jetak itu dilakukan karena bangunan yang berada di tengah jalan terlalu tinggi. Selain itu, lanjut dia, bangunan yang dibangun sebagai ikon Bojonegoro itu mempersempit perspektif pandangan pengendara.

“Kami sudah bersurat ke Pemkab dan sudah ditindaklanjuti dan akan disesuaikan seperti apa. Eksekusinya tinggal menunggu anggaran kayaknya,” ujar AKP Bambang Prakoso. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar