Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pembina PIK-R SMP-SMA Sederajat Dibentuk, Ini Harapan Bupati Mojokerto

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam acara Pembinaan Pembina PIK-R, Eks Pembantu Bupati Wilayah Jabung, yang berlangsung di Kantor Kecamatan Jatirejo. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sedikitnya 80 pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMP-SMA Sederajat di empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Jatirejo, Pacet, Gondang dan Trawas dibentuk. Pembentukan PIK-R SMP-SMA Sederajat tersebut untuk mengelola dan membina para remaja di lingkungan sekolah.

Sebanyak 80 Pembina PIK-R terdiri 20 guru SMP-SMA di setiap kecamatan tersebut nantinya ditugaskan membina para remaja untuk menyiapkan masa depan para remaja dalam merencanakan kehidupan keluarga atau ketahanan keluarga. Selain itu, juga untuk membina para remaja agar terhindar dari resiko masalah.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, ketahanan keluarga sebagai inti dari ketahanan bangsa dan negara itu harus disiapkan jauh-jauh hari sebelum keluarga itu dibentuk. Bupati menilai penyiapan para remaja tersebut merupakan sesuatu yang sangat kompleks, baik fisik, psikologis, sosial, budaya maupun ekonomi.

“Sehingga perlu melibatkan pembina PIK-R supaya bisa membantu para remaja untuk menyiapkan dirinya menjadi calon suami dan calon istri. Jadi yang kita siapkan ini adalah pada calon suami dan calon istri, yaitu siswa-siswi guru-guru semuanya. Maka itulah kemudian Pemerintah Pusat melalui BKKBN ini melaksanakan program kegiatan namanya PIK-R ini,” jelasnya.

Dalam acara Pembinaan Pembina PIK-R, Eks Pembantu Bupati Wilayah Jabung, yang berlangsung di Kantor Kecamatan Jatirejo tersebut juga dihadiri Kabid Pemberdayaan dan peningkatan keluarga sejahtera (PPKS) Susi Dwi Harini dan jajaran Forkopimca Jatirejo. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas DP2KBP2 dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

“Yakni untuk segera menyusun petunjuk teknis pelaksanaan bagi pembina PIK-R sehingga nanti para pembina bisa melaksanakan pengelolaan PIK-R di sekolah masing-masing dengan lancar dan sesuai aturan yang berlaku. Jadi nanti jumlah konselor sebayanya, pendidik sebaya, kriteria konselor sebayanya maupun kriteria pendidik sebaya dan SK pendiriannya dijelaskan dalam juknis ini,” jelasnya.

Orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini menegaskan, sebagai pembina PIK-R juga selaku orang tua, pendidik dan pengasuh anak-anak itu, punya kewajiban untuk membekali kemampuan diluar pendidikan akademisnya. Yaitu kemampuan life skill atau kemampuan untuk bertahan hidup.

“Kemampuan keterampilan untuk bertahan hidup itu sangat penting diberikan anak-anak. Skill itu bisa diberikan anak-anak salah satunya melalui wadah organisasi. Jadi idealnya seluruh siswa itu harus merasakan menjadi pengurus organisasi. Jadi ibu guru harus bisa memetakan minat bakatnya masing-masing,” ujarnya

Sehingga semua anak mendapatkan kesempatan untuk menjadi pengurus organisasi. Karena dengan itu, tegas Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, mereka belajar untuk bekerja sama, belajar untuk menyelenggarakan urusan keorganisasian dan belajar sesuatu di bidang yang mereka senangi di luar akademis. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar