Peristiwa

Masuk Wilayah Perhutani

Pembangunan Jalan Lingkar Utara di Sumenep Dihentikan

Sumenep (beritajatim.com) – Perhutani Bagian-bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) wilayah Madura Timur meminta agar pembangunan jalan lingkar utara di Sumenep dihentikan.

Kepala Bagian BKPH Madura Timur Wayan Udawarsah menjelaskan, kedatangan dua petugas BKPH ke lokasi pembangunan jalan lingkar adalah untuk melakukan pengukuran.

Berdasarkan hasil pengukuran, sepanjang 300 meter dari batas desa, lahan yang digarap masuk wilayah Perhutani. “Karena itu, untuk sementara saya minta ke pemborongnya agar pengerjaan jalan lingkar utara dihentikan dulu,” ujarnya, Rabu (17/7/2019).

Sesuai peta yang dimiliki Perhutani, kawasan tersebut masuk petak 46 wilayah BKPH Madura Timur. Sehingga apabila hendak dialihfungsikan minimal harus ada pemberitahuan secara resmi. “Jadi seharusnya Pemkab mengirim surat dulu. Minimal PU Bina Marga bersurat ke Perhutani Pamekasan bahwa ada alih fungsi lahan. Nantinya surat itu akan dilanjutkan ke Perhutani Surabaya,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini Perhutani tidak mendapat laporan jika wilayah petak 46 Kebunan akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan jalan lingkar utara. “Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan soal pembangunan jalan lingkar utara itu. Yang ada hanya pemberitahuan pembangunan jalan di Desa Parsanga,” tegasnya.

Sesuai rencana, jalan lingkar utara akan dibangun mulai dari jalan raya sebelah barat Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Parsanga menuju Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep. Panjang jalan yang bakal dibangun sekitar 2,8 Kilometer dengan lebar jalan sekitar 8 meter.

Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan lingkar itu sekitar Rp 30 miliar. Sehingga pembangunan tersebut harus dilakukan secara bertahap. Tahun ini dianggarkan sebesar Rp 15 miliar. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar