Peristiwa

Pembacokan Terapis di Mojokerto, Polisi Pelajari Rekaman CCTV

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi.

Mojokerto (beritajatim.com) – Satreskrim Polresta Mojokerto mempelajari rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) milik gudang pengepul rongsokan kertas semen. Hal itu untuk melihat secara detail pembacokan terhadap terapis di Mojokerto, yang notabene berdekatan dengan gudang tersebut.

Dalam rekaman CCTV sekitar sekitar 900 meter dari lokasi kejadian yakni di panti pijat yang terletak di Jalan Raya Mirip, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto terlihat pelaku melintas.

Pelaku melintas usai melakukan aksi pembacokan terhadap Ambarwati alias Santi (35). Pelaku yang juga melukai pengantar makan, Tatik (48), ini kabur ke arah timur mengendarai sepeda motor dengan telanjang dada.

Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat, tangan pelaku sebelah kiri diletakan di bagian belakang punggung. Saat melintas, dia sudah memakai celana. Karena ada warga yang melihat pelaku berhenti di depan Kantor Telkom Mlirip.

Kantor Telkom Mlirip berjarak 600 meter dari lokasi kejadian. Pelaku berhenti untuk memakai celana dan melintas di gudang rongsokan kertas semen. Sehingga saat melintas, hanya memakai celana dan bertelanjang dada.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, pihaknya masih mempelajari rekaman CCTV tersebut. “Dari rekaman CCTV, nanti muncul sketsa wajah dan keterangan korban selamat,” ungkapnya, Selasa (8/2/2021).

Masih kata mantan Kapolres Sumenep ini, untuk korban selamat Tatik (48) warga Dusun Kwangen, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto masih menjalani perawatan di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Korban selamat merupakan pengantar makan untuk terapis yang tewas dibacok. Korban mengalami luka serius di belakang telinga akibat sabetan sabit yang dilakukan oleh pelaku.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Rohmawati Lailah menambahkan, korban selamat mendapatkan jahitan di bagian belakang telinga. “Luka itu akibat sabetan sabit yang dilakukan pelaku,” tambahnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar