Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pelunasan Terakhir Biaya Haji, 12 CJH Lamongan Tunda Keberangkatan

Kabah diambil pada 5 Maret 2020 di tengah pandemi virus corona. [Foto: AFP VIA GETTY IMAGES/ABDEL GHANI BASHIR]

Lamongan (beritajatim.com) – Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan terbaru, di hari terakhir pelunasan pembiayaan haji tahun 2022, Jumat (20/5/2022), terdapat 701 calon jemaah haji (CJH) yang terdaftar di Kabupaten Lamongan bakal berangkat haji tahun ini.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Lamongan, Banjir Sidomulyo mengatakan, kuota CJH Lamongan yang berhak konfirmasi lunas dan berangkat haji reguler sebenarnya ada sebanyak 714 orang.

Dari kuota tersebut, ia merinci, yang menunda berangkat karena sejumlah faktor ada 12 orang, sehingga menjadi 702 orang. Selanjutnya yang mutasi keberangkatan keluar daerah karena gabung dengan keluarganya ada 10 orang. Lalu yang mutasi masuk keberangkatan ada 9 orang.

“Kuota awalnya 714 orang, dikurangi 12 orang yang menunda berangkat, dikurangi lagi 10 orang yang mutasi keluar akhirnya jumlahnya 692 orang. Tapi karena ada tambahan yang mutasi masuk 9 orang, maka CJH Lamongan yang akan berangkat tahun inu sebanyak 701,” ujarnya.

Mengenai faktor mundurnya beberapa orang jemaah tersebut, Banjir mengatakan, hal itu lebih dikarenakan faktor pembatasan usia yakni 65 tahun. Sehingga beberapa jamaah tidak bisa berangkat bersama anggota keluarganya yang lain dan memutuskan untuk mundur.

“Mereka yang memutuskan untuk mundur atau menunda keberangkatan memang sejak awal telah membuat surat pernyataan. Dengan penggantian beberapa jemaah yang mundur ini, maka selanjutnya akan diserahkan kepada kebijakan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur,” bebernya.

Saat kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, terang Banjir, kuota haji di Kabupaten Lamongan mencapai sekitar 1600-an orang. Namun tahun ini, kuota yang diputuskan untuk Kabupaten Lamongan berdasarkan data terakhir menyusut menjadi 714 orang.

Meski mengalami penurunan kuota, lanjut Banjir, namun keberangkatan haji pada tahun ini tetap patut disyukuri. Pasalnya, keberangkatan haji sebelumnya telah tertunda selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Ia menambahkan, dengan berkurangnya kuota haji tahun ini, maka daftar tunggu haji di Kabupaten Lamongan menjadi bertambah panjang, yakni sekitar 30 tahun.

“Se-Jawa Timur sama, sekitar 30 tahun, kuotanya Provinsi. Semoga tahun depan kuota haji bisa bertambah lagi sehingga bisa mengurangi panjangnya masa tunggu keberangkatan haji,” imbuhnya.

Lebih lanjut Banjir menuturkan, sebanyak 704 CJH asal Lamongan itu terbagi menjadi dua kloter dan masuk ke dalam gelombang pertama keberangkatan haji.

“Terbagi 2 kloter, tetapi yang 1 kloter lainnya itu gabungan dengan daerah lain. 1 kloter isinya 450 orang. Insya Allah Lamongan masuk gelombang pertama, masuk wilayah kerja Bojonegoro,” tuturnya.

Kendati demikian, mengenai jadwal pemberangkatannya, Banjir menyampaikan bahwa hal ini masih menunggu ketetapan. “Jadwal revisi belum turun, jadwal sebelumnya kloter 1 berangkat tanggal 4 Juni 2022,” sambungnya.

Menurut Banjir, sejumlah persiapan telah dilakukan Kemenag Lamongan. Selain vaksinasi dosis lengkap, Kemenag juga memastikan paspor calon jemaah haji masih berlaku. Bahkan, ia menyebut, bimbingan manasik haji bagi CJH Lamongan akan segera digelar.

“Manasik haji bagi jemaah Lamongan rencananya akan digelar tanggal 22-23 Mei 2022 untuk yang tingkat kabupaten. Sedangkan untuk tingkat kecamatan akan digelar pada tanggal 24 Mei 2022, dengan 4 kali pertemuan,” sebutnya.

Terakhir, Banjir meyakini bahwa keputusan yang dibuat oleh pemerintah ini adalah keputusan yang terbaik buat semua. Ia berharap, seluruh jemaah yang akan berangkat haji pada tahun ini diberikan kemudahan dan kelancaran.

“Kami harap jemaah haji diberikan kemudahan dan kelancaran, khususnya bagi jemaah Lamongan,” pungkasnya.[riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar