Peristiwa

Operasi Patuh Semeru 2019 Polres Mojokerto

Pelanggaran Lalu Lintas Didominasi Pengendara di Bawah Umur

Anggota Satlantas Polres Mojokerto saat memberikan surat tilang ke pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Operasi Patuh Semeru 2019 di hari kedua masih didominasi pelanggaran pengguna jalan di wilayah hukum Polres Mojokerto. Ratusan pengendara motor dibawah umur terjaring razia anggota Satlantas Polres Mojokerto.

Operasi kali ini dilakukan di Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tepatnya di Samsat Payment Point. Pengendara roda dua diarahkan masuk dan petugas memeriksa surat-surat kendaraan, sementara roda empat diminta menepikan kendaraannya.

Petugas meminta perlengkapan pengendara seperti Surat Ijin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan, Helm Standart Nasional Indonesia (SNI) dan memeriksa kelayakan kendaraan. Ratusan pengendara terjaring dalam operasi kali ini.

Kanit Laka Lantas Polres Mojokerto, Ipda Edy Widoyono mengatakan, hasil Operasi Patuh Semeru 2019 kali ini sekitar 100 pengendara baik roda dua dan roda empat. “Sebagian besar pengedara roda dua yang terjaring razia berasal dari pelajar SMA dan SMK,” ungkapnya, Jumat (30/8/2019).

Masih kata Kanit, pelanggaran didominasi para pengendara roda dua tidak memiliki SIM lantaran masih berusia dibawah umur. Tujuan digelarnya Operasi Patuh Semeru 2019 tersebut digelar agar masyarakat tertib dalam berlalu lintas.

“Pengendara yang tidak memiliki SIM, diberi tindakan berupa surat tilang, sementara kendaraannya kami aamankan terlebih dahulu. Operasi Patuh Semeru 2019 fokus pada pengendara yang tidak dilengkapi surat berkendara, pengendara belum cukup umur,” katanya.

Tak hanya itu, Operasi Patuh Semeru 2019 yang digelar mulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September mendatang juga fokus kepada pengendara yang tidak memakai helm SNI atau sabuk keselamatan. Berkendara dalam pengaruh alkohol, berkendara melawan arus serta memakai lampu rotator atau trobo.

Salah satu pelajar di bawah umur yang terjaring operasi, R (16) mengatakan, ia ditilang petugas lantaran belum memiliki SIM. “Setiap hari berangkat sekolah naik sepeda motor, baru pertama kali kena razia. Memang saya belum punya SIM,” tuturnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar