Iklan Banner Sukun
Peristiwa, Ragam

Pelanggan Bilang Kemahalan, Pemilik Restoran Beri Jawaban Menohok

Surabaya (beritajatim.com) – Malaysia terkenal dengan makanannya yang lezat dan terjangkau sehingga banyak digemari pengunjung dari Singapura dan sekitarnya. Sayangnya, harga yang ditawarkan belum cukup murah untuk sebagian orang.

Apalagi sekarang harga bahan pokok di Malaysia mengalami kenaikan, sama seperti di Indonesia. Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama kalangan pemilik usaha restoran.

Seperti yang dirasakan pemilik restoran Malaysia Samz Wong. Lewat Facebook, dia menceritakan pengalaman saat dapat keluhan dari pelanggannya sebanyak sembilan orang.


Mereka bilang uang makan untuk sembilan orang di restoran milik Wong terlalu mahal meski hanya membayar 148,40 ringgit (Rp503 ribu) di Restoran Chai Por Hu, dikutip dari Asiaone.com.

Pria yang membayar tagihan mengatakan bahwa mereka hanya memesan “beberapa hidangan”. Namun, kuitansi yang diunggah Wong menunjukkan pelanggan telah memesan tujuh hidangan, termasuk iga babi, udang kung pao dan tahu rebus, serta nasi dan minuman.

“Karena pelanggan selalu didahulukan ketika Anda berbisnis, saya tidak mencoba menjelaskan sendiri,” kata Wong.

Meski begitu, Wong mengaku tidak bisa berhenti memikirkan kejadian itu. Dia kemudian menghitung pendapatan restoran dari bulan lalu, dan menemukan keuntungan rata-rata dari satu pesanan kurang dari 30 persen.

“Kenapa ada yang menganggap mahal? Ada yang tidak tahu soal kenaikan harga ayam, harga daging babi, harga minyak goreng, harga pangan impor, dan harga wadah plastik?” tanya Wong.

Ia melanjutkan, pada kenyataannya, 150 ringgit bahkan tidak cukup buat membeli ikan, daging, dan sayuran di pasar untuk makan sembilan orang.

Wong juga menambahkan pemilik bisnis seperti dirinya “tidak berani menaikkan harga untuk mempertahankan pelanggan mereka sendiri”. Selain menaikkan harga cabai gorengnya sebesar 2 ringgit (Rp7.000), restorannya tidak menaikkan harganya bahkan ketika pindah ke lokasi baru pada 2019.

Pada saat penulisan, posting tersebut memiliki lebih dari 3.500 share dan 1.100 komentar.

Banyak netizen yang menyukai Wong dan berbagi bahwa mereka merasa pelanggan itu tidak masuk akal.
Seorang rekan pemilik bisnis juga menimpali untuk mengatakan bahwa orang-orang telah mengeluh tentang kenaikan harga 15 persen pada produknya.

Namun, beberapa netizen kami kurang simpatik, menuduh Wong sengaja membuat postingan Facebook untuk mempromosikan bisnisnya.

Namun, Wong menampik tudingan tersebut dengan mengatakan bahwa bisnisnya sudah lebih dari 22 tahun bergelut di kancah kuliner Malaysia dan sudah memiliki reputasi, sehingga tidak membutuhkan iklan lagi.

Wong menambahkan bahwa satu-satunya alasan untuk posting itu adalah untuk mengungkapkan kepahitannya terhadap industri, terutama karena harga semakin mahal.

Restoran Malaysia bukan satu-satunya yang merasakan tekanan dari kenaikan harga. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar