Peristiwa

Bermotif Cemburu

Pelaku Pembunuhan di Sipon Kepanjen Terancam 15 Tahun Penjara

Malang (beritajatim.com) – Pelaku kasus pembunuhan di pintu air Sipon Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pelaku pembunuhan ternyata diketahui pacar korban sendiri. Tersangka melakukan aksi keji tersebut dengan motif cemburu.

“Pelaku mengaku cemburu lantaran melihat foto pria lain di handphone milik korban. Yang kemudian setelah itu, pelaku berusaha mengklarifikasikan hal tersebut kepada kekasihnya. Karena merasa mendapat jawaban yang tidak memuaskan, keduanya sempat cek cok sebelum akhirnya pelaku menghabisi korban dengan menusuk leher kanan korban menggunakan gunting yang ia bawa dari motor si korban,” terang Hendri, Senin (18/5/2020).

Hendri menuturkan, setelah parkir, si pelaku mau menaruh helm dan handphone korban di jok motornya, dan si korban juga menyuruh pelaku untuk membawa gunting tersebut sebagai jaga-jaga, karena menurut korban di lokasi tersebut kerap ditemui aksi pemalakan.

“Saat itulah pelaku menyempatkan diri untuk melihat hanphone korban dan menemukan foto pria lain dengan emoticon love yang membuatya cemburu,” jelas AKBP Hendri Umar.

Setelah korban ditusuk di sisi kanan lehernya, korban langsung tidak sadarkan diri dan mengeluarkan suara mengorok. Melihat kejadian tersebut, pelaku sempat mendiamkan korban sejenak. Sebelum akhirnya pelaku menyeret korban sejauh sekitar 20 meter dari lokasi penusukan untuk diajatuhkan ke lereng jurang.

“Setelah diseret sekitar 20 meter dari lokasi penusukan, sebelum dijatuhkan ke jurang, pelaku sempat menusuk kembali leher korban. Dan setelah pelaku memastikan korban tidak bergerak, barulah si korban dijatuhkan ke dalam jurang,” papar Hendri.

Saat ini pelaku telah diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Malang. Barang bukti yang diamankan dalam kejadian itu berupa 1 buah helm, 1 unit motor, kerudung dan masker yang dikenakan korban dan sebuah gunting yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. “Pasalnya 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, tapi mungkin nanti kita arahkan ke UU Perlindungan Anak, karena ini masih dibawah umur,” pungkasnya. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar