Peristiwa

Pelaku Pembuat Sabu Oplosan di Mojokerto Ngaku Iseng Belajar di Internet

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis kasus narkotika. [Foto: Misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Selama tujuh bulan, pelaku pembuat sabu oplosan Mukhammad Arif Hidayat (29) belajar membuat sabu oplosan dari beberapa bahan dari internet. Namun belum berhasil menciptakan sabu jenis baru, residivis kasus narkoba di Polrestabes Surabaya pada 2017 lalu tertangkap.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, di hadapan penyidik yang bersangkutan menjawab belajar membuat sabu oplosan dari internet. “Dan juga beberapa informasi yang diserap dari, mungkin rekan-rekan sejawatnya,” ungkapnya, Kamis (5/11/2020).

Meski hasil uji laboratorium Jawa Timur belum ditemukan senyawa yang menunjukkan psikotropika, lanjut Kapolres, di Handphone (HP) milik pelaku berisi beberapa barang jenis narkotika ataupun pesan-pesan. Pelaku mengaku belajar sudah tujuh bulan.

“Di dalam bejana ini, masih dalam tahap ini masuk dalam psikotropika. Apakah juga masuk dalam narkotika, nanti akan dijelaskan lebih lanjut. Ini untuk menciptakan salah satu jenis narkotika, apakah ini narkotika jenis baru masih dalam proses penyidikan, penelitian dan pengembangan informasi lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, pelaku Mukhammad Arif Hidayat (29) mengaku, inisiatif sendiri dengan belajar dari internet. “Inisiatif sendiri, coba-coba saja. Sudah 7 bulan, belum jadi. Tidak ada motivasi apa-apa, tidak ada (yang menyuruh, red). Belajar dari internet, sendiri. Buat sabu iseng-iseng, kalau nggak jadi ya dibuang,” akunya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar