Peristiwa

Pelaku Gorok Ibu Kandung Depresi Sejak Lulus SMA

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelaku Muhammad Ikyu Avianto (23) warga Dusun Sumber Dadi, Desa Gunung Sari,  Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto mengalami depresi sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Pelaku sempat dirawat di Nganjuk.

Kepala Desa (Kades) Gunung Sari, Susanto mengatakan, anak bungsu dari tujuh bersaudara tersebut sempat dirawat di Puskesmas Rejoso, Kabupaten Nganjuk. “Dia dirawat selama satu bulan karena depresi,” ungkapnya, Rabu (13/3/2019).

Masih kata Kades, pelaku depresi sejak lulus SMA karena dipicu himpitan ekonomi. Diduga, pelaku depresi lantaran tidak kunjung dapat pekerjaaan setelah lulus sekolah. Sementara, disisi lain, pelaku juga dapat dorongan dan tuntutan dari keluarga.

“Bisa jadi, cari kerja tidak dapat. Sedangkan dorongan untuk dapat penghasilan terus mengalir dari keluarga. Tapi yang jelas SMA kebawa masih normal, untuk korban mengalami luka cukup dalam di bagian leher karena kena sabetan pisau,” tuturnya.

Korban menjerit kesakitan dan lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sambil berteriak minta tolong, kecuran darah juga terus keluar dari leher korban. Kerasnya jeritan korban mengundang warga yang sedang nongkrong depan rumah berdatangan.

“Warga langsung membawa korban ke puskesmas. Kondisi korban sudah banyak mengelaurkan darah dari lehernya. Bajunya juga sudah berlumuran darah, saya yang dapat laporan dari Kadus langsung melaporkan ke polsek,” jelasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar