Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pelaku Diamankan, 4 Saksi Diperiksa dalam Kasus Penganiayaan Santri di Mojokerto

Pelaku saat dibawa ke mobil patroli untuk dibawa ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelaku penganiayaan terhadap yuniornya, WN (17) diamankan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. Sebanyak empat saksi diperiksa dalam kasus penganiayaan di pondok pesantren (ponpes) Mamba’ul Ulum.

Kapolsek Mojosari, Kompol Anwar Sudjito mengatakan, ada dua orang senior yang mencari korban dan satu santri lainnya lantaran keduanya keluar ponpes tak izin. “Dua orang, dua orang senior yang berapa di kamar tersebut tapi hanya satu orang (melakukan penganiayaan, red),” ungkapnya, Selasa (20/8/2019).

Masih kata Kapolsek, ada empat saksi yang diperiksa dalam kasus penganiayaan tersebut. Sementara, pelaku sendiri WN (17) asal Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto langsung diamankan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

“Korban asal Taman, Sidoarjo, santri Kelas 1 SMA umur 17 tahun. Pelaku santri senior kelas III SMA, umur 17 tahun. Korban ada dua yang dianiaya, PG umur 15 tahun warga Menganti, Gresik tapi tidak ada luka. Pelaku dibawa ke PPA karena dibawah umur sehingga Polres penangganannya,” jelasnya.

Status pelaku sendiri, lanjut Kapolsek, masih dalam pemeriksaan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk dilakukan otopsi. Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya, pakaian korban, selimut dan kasur lipat terdapat bercak darah dan bekas muntahan korban. Barang bukti tersebut ditemukan di gudang bawah tangga kamar korban.[tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar