Peristiwa

Pelajar SMP Asal Kebomas yang Tenggelam di Kali Lamong Belum Ditemukan

Gresik (beritajatim.com) – Alvareno Eka Aditya (12) pelajar SMP asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik yang tenggelam di Kali Lamong hingga saat ini jenazahnya belum ditemukan. Alvareno tenggelam saat mandi bersama rekan-rekannya.

Belum ditemukannya korban tersebut membuat M.Nafik (43) orang tua korban hanya bisa menatap kosong di geladak perahu nelayan yang ditambatkan di pinggir sungai Kali Lamong.

M.Nafik sangat berharap buah hatinya secepatnya bisa ditemukan. Pasalnya, meski sudah dilakukan pencarian sejak kemarin (14/12), belum ada kabar keberadaan anak pertamanya.

“Sampai sekarang belum ketemu. Bahkan, saudara saya yang juga nelayan turut mencari,” ujarnya, Selasa (15/12/2020).

Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Fatkhur Rokhman menuturkan, korban awalnya bermain di pinggir sungai bersama empat temannya kemarin sore. Saat di gladak, pelajar kelas VII SMP itu ini tiba-tiba nekat mandi. Padahal sudah diingatkan sama warga agar tidak mandi atau berenang karena arus di Kali Lamong sangat deras.

“Informasinya saat itu melepas baju langsung nyebur. Padahal, sudah diingatkan temannya jangan mandi,” tuturnya.

Mengetahui korban tidak bisa menguasai diri, teman-temannya itu langsung berusaha menolong, namun derasnya air menghanyutkan korban. Mereka berusaha memegang tangan korban namun lepas. “Sempat dikejar 100 meter, kemudian hilang,” imbuh Fathkur Rohman.

Pencarian korban juga dilakukan dengan cara menyusuri sungai, perahu karet Basarnas, Satpolair Polres Gresik, hingga 20 kapal milik nelayan.

Kurang lebih sejauh lima kilometer petugas mencari keberadaan korban. Selain arus deras, sungai Kali Lamong di wilayah Sukorejo saat ini kondisinya cukup dalam yakni sekitar tiga meter. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar