Peristiwa

Pelajar SD Ditemukan di Bawah Jembatan Gumul, Rabu Malam Masih Les

Lokasi penemuan mayat Ardio Wiliam Oktavianto (13) di bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ardio Wiliam Oktavianto (13), pelajar kelas 4 SDN Ketemas Dungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang ditemukan menjadi mayat di bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, masih terlihat Rabu (29/1/2020). Korban diketahui masih les bersama temannya pada Rabu malam.

Kepala SDN Ketemas Dungus, Muhammad Saiful Islam mengatakan, Rabu kemarin korban masih terlihat sekolah sebelum akhirnya ditemukan meninggal. “Kemarin itu sekolah, hanya hari ini saja yang tidak nampak. Malah temannya saya tanya, tadi malam masih les,” ungkapnya.

Masih kata Saiful, korban merupakan siswa pindahan di SDN Ketemas Dungus sejak tiga tahun lalu. Korban merupakan siswa pindahan dari SDN Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Korban termasuk siswa yang diperhatikan karena usianya yang sudah 12 tahun ke atas namun dia masih kelas 4 SD.

“Dia dulu pindahan. Dari SDN Puri sudah tiga tahun, seharusnya sudah kelas 6. Anaknya biasa saja, termasuk siswa yang diperhatikan daripada yang lain karena usia lebih tapi masih kelas 4. Ya hanya hari ini saja, dia tidak masuk sekolah,” katanya.

Sementara itu, guru olahraga SDN Ketemas Dungus, Bambang menambahkan, Rabu malam korban les sama temannya. “Namanya Dendy. Dendy saya tanda, katanya tidak bawa sepeda, les jalan kaki les. Setelah itu, Dendy pulang sendiri, korban pulang ternyata tidak ke rumah,” katanya.

Rabu malam, nenek korban mencari tapi tidak ditemukan. Selama ini korban tinggal bersama neneknya karena kedua orang tuanya, Iwan dan Aisyah sudah bercerai. Pihak keluarga belum sempat melapor kehilangan dan mengetahui kabar ada penemuan mayat di bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, perbatasan Kecamatan Kemlagi dan Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto

“Nenek korban mencari tidak ada, tahu-tahu ada berita itu (penemuan mayat). Belum laporan tahunya ini, dia tinggal sama neneknya karena orang tua pisah. Tadi saya nanya ke guru kelasnya katanya tidak masuk, tadi malam les sama temannya. Namanya, Dendy kelas 6 sekitar jam 19.30 WIB,” jelasnya.[tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar