Peristiwa

Pekerja Seni Kediri Tuntut Izin Manggung Kembali

Kediri (beritajatim.com) – Ratusan pekerja seni Aliansi Pekerja Seni Sor Terop Kediri menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Kediri. Mereka menuntut diperbolehkan bekerja kembali (manggung), setelah lama menganggur karena pandemi Covid-19.

Dalam aksinya, masa membawa puluhan mobil dan truk yang memuat seratusan sound system. Mereka memutar musik-musik cadas dengan volume kencang. Mereka juga membentangkan beberapa poster.

Ridwan, Korlap Aksi dalam orasinya, menuntut agar Bupati Kediri mengizinkan para pekerja seni untuk bisa bekerja lagi.

“Sudah 5 bulan ini, kami menganggur dan tidak ada pemasukan sama sekali. Kami ingin bekerja lagi. Kami tidak ingin menggantungkan hidup kami kepada bantuan,” ujar Ridwan, Kamis (30/7/2020).

Tampak beberapa penyanyi dan ibu-ibu yang menggendong bayinya. Setelah berorasi, akhirnya perwakilan demonstrans diterima oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri untuk berdialog di Ruang Kilisuci Pemkab Kediri.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi menjelaskan bahwa Kabupaten Kediri ini masih di zona oranye. Karena masih di zona oranye, maka di Kabupaten Kediri belum boleh ada acara yang bisa mendatangkan banyak orang.

“Kabupaten Kediri masih berada di zona oranye, sehingga masih belum boleh adanya kerumunan di masyarakat. Izin akan diberikan setelah masuk zona kuning. Itu pun harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Slamet Turmudi, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri.

Aliansi Pekerja Seni Sor Terop Kediri tetap tetap menuntut agar diberikan izin untuk menggelar pertunjukan meski tetap dibatasi dan menerapkan protokol kesehatan. Karena tidak ada titik temu, maka Aliansi Pekerja Seni Sor Terop Kediri mengancam akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar