Peristiwa

Pejabat dan Mantan Pejabat Pemkab Jember Pasok Elpiji untuk Dapur Umum Tagana

Jember (beritajatim.com) – Krisis bahan bakar gas atau elpiji di dapur umum Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur membuat sejumlah orang bergerak memberikan bantuan, Minggu (17/1/2021) pagi.

Pejabat dan mantan pejabat Pemerintah Kabupaten Jember patungan untuk membeli elpiji. Mereka antara lain Sekretaris Daerah Mirfano, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Heru Eko Sunarso, Direktur RS Daerah dr. Soebandi Hendro Soelistijono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arismaya Parahita, Kepala Dinas Koperasi UMKM M. Djamil, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Dedi M. Nurahmadi, Staf Ahli Bupati Widi Prasetyo, Direktur Perusahaan Daerah Perkebunan Hariyanto, dan mantan Kepala Dinas Pendidikan Jember yang sekarang menjabat Bupati Lumbung Informasi Rakyat Achmad Sudiono.

Bantuan tersebut diserahkan Widi dan Sudiono kepada pengurus Tagana di dapur umum. “Kebutuhan gas elpiji sangat urgen, dan kami mendengar kebutuhan mereka sangat tipis. Hanya cukup untuk hari ini. Padahal kendati banjir sudah surut, tapi masyarakat korban banjir masih membutuhkan (pasoka) bantuan makanan,” kata Widi.

Menurut Widi, kebutuhan elpiji untuk dapur umum bisa terpenuhi selama empat hingga lima hari ke depan. “Walau kita sangat tahu dan sadar Pemkab Jember belum bisa memaksimalkan (bantuan) karena belum adanya APBD 2021, insya Allah kecukupan membantu masyarakat terdampak banjir tidak akan jadi masalah,” katanya.

Sudiono mengaku terkejut saat tahu dapur umum kekurangan elpiji. Ia kemudian berkomunikasi dengan Widi dan sejumlah pejabat Pemkab Jember untuk memberikan bantuan 30 tabung elpiji berukuran 14,5 kilogram. “Mudah-mudahan untuk besok dan seterusnya bencana cepat berakhir. Kalau masih dibutuhkan, kami akan berupaya memberi bantuan,” katanya.

Sudiono berharap ke depan krisis di dapur umum seperti ini tidak terjadi lagi saat penanganan bencana. “Ini hanya bisa diatasi dengan APBD yang kuat, anggaran yang kuat,” katanya.

Selain pejabat dan mantan pejabat, bantuan elpiji datang dari pengusaha beras Kamil Gunawan. Ia mengirimkan sepuluh tabung gas hijau tiga kilogram pagi ini. “Besok saya kirim lagi,” katanya.

Koordinator Tagana Rudi Dwi Wanto berterima kasih atas bantuan itu. “Ini jadi solusi bagi kekhawatiran kami kemarin,” katanya.

Kekurangan gas mulai terjadi kemarin. Kabar terakhir dari dapur umum tersebut, tersisa dua tabung gas elpiji masing-masing seberat 12 kilogram untuk kebutuhan memasak nasi bagi korban banjir dan relawan, Sabtu (16/1/2021). Diperkirakan tabung itu hanya bertahan sehari. “Kami butuh 10 tabung gas per hari. Ini kebutuhan mendasar. Bahan baku yang mau dimasak ada, tapi pasokan gas ini yang tersendat,” kata Rudi.

Dapur umum Tagana sudah dibuka sejak hari pertama terjadinya banjir awal pekan ini. Semula dapur umum dipusatkan di Pusat Pengendalian Operasi Tagana di Kecamatan Kaliwates. Namun setelah banjir di Wonoasri semakin besar, dapur umum dibuka di sana dua hari lalu. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar