Peristiwa

Peduli Minuman Tradisional, Mahasiswi UK Petra Ciptakan Packaging Jamu Eyecatching

Ellen Violetta, mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra)

Surabaya (beritajatim.com) – Ellen Violetta, seorang mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) membuat inovasi packaging minuman jamu beras kencur yang eyecatching, atau menarik dilihat.

“Sebagai minuman tradisional Indonesia, banyak orang mulai meninggalkan jamu. Menurut saya ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini, salah satunya faktor kemasan. Kemasan jamu yang ada saat ini memang kurang menarik secara visual sehingga mengurangi minat orang untuk mencoba atau membeli produk jamu tersebut,” ungkap mahasiswi semester tujuh ini, Kamis (2/1/2020).

Ellen membuat kemasan jamu beras kencur dengan menggabungkan kesan modern dan tradisional. Beras kencur dipilih karena memiliki banyak manfaat, selain itu beras kencur juga memiliki satu problem yaitu endapan di dasar botol yang merupakan sari beras kencur. Endapan inilah bagi orang awam dan anak-anak muda yang belum pernah mencoba beras kencur, menganggap bubuk tersebut ampas.

Padahal bubuk yang ada di dasar botol sebenarnya merupakan sari beras kencur yang bermanfaat, sehingga sebelum meminumnya harus di balik atau kocok terlebih dahulu agar mendapatkan menfaatnya.

Berangkat dari problem tersebut, Ellen mendesain tiga hal yaitu label botol, box dan sachet. Desain label pada botol, Ellen mencoba menggelitik rasa penasaran orang. Kemasan botolnya menggunakan botol kaca agar tidak menambah limbah plastik dan mudah di daur ulang kembali.

“Jika kemasan botol berdiri normal maka terlihat wajah seorang ibu-ibu layaknya penjual jamu akan tetapi jika dibalik maka terlihat seperti wajah tuan putri. Jadi harapannya dapat mengundang rasa penasaran karena ingin melihat seperti apa wajahnya bila di balik dan pada akhirnya sari tersebut turun kebawah dan tercampur,” ujar Ellen mahasiswi angkatan 2016.

Sedangkan desain pada box dan sachet memiliki ilustrasi seperti  proses membuat jamu zaman dahulu. Ada proses menumbuk, memasak kemudian dituang dalam botol lalu di jual berkeliling dengan cara digendong. Tak lupa Ellen menambahkan motif batik dalam kemasan jamu tersebut agar tetap mengingat bahwa minuman jamu ini merupakan bagian dari Indonesia dan tak melupakan bahwa zaman dahulu ibu-ibu menjual jamu dengan ciri khas menggunakan rok panjang batik.

Inovasi unik ini berhasil meraih juara 1 untuk kategori Packaging Design dalam kompetisi Ultigraph yang digelar oleh Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta.(ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar