Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pedagang Sapi Protes, Kepala Pasar Hewan Gondanglegi Tunggu Instruksi Pimpinan

Malang (beritajatim.com) – Kepala UPT Pasar Hewan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Saiful Anam, mengaku masih menunggu instruksi pimpinan terkait aspirasi para pedagang hewan ternak. Pedagang mendesak agar lapak mereka menjual hewan sapi dan kambing, dibuka kembali.

Ratusan pedagang hewan ternak sempat adu mulut dengan petugas saat meminta Pasar Hewan Gondanglegi dibuka kembali. Pedagang hewan ternak juga memberi waktu agar di hari pasaran yakni Jumat Legi pada pekan ini aktifitas pasar hewan bisa kembali normal.

“Masalah buka dan tutupnya pasar hewan ini kan bukan wewenang kami. Tapi yang jelas karena ada wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan dan kondisinya masih Pandemi, sehingga terpaksa ditutup. Takutnya ada penyebaran wabah,” ungkap Anam, Selasa (17/5/2022) siang ini.

Anam menjelaskan, banyaknya hewan yang berkumpul, takutnya justru akan menjadi tempat penyebaran wabah. “Langkah baiknya sebelum wabah PMK menyebar kan antisipasinya tidak dibuka lebih dulu. Pedagang sebenarnya tidak memprotes, hanya memohon segera pasar dibuka. Dan aspirasi kami tampung, kami bicarakan dengan Muspika Gondanglegi, dengan harapan disampaikan pada pimpinan masing masing terkait apa yang di inginkan pedagang hewan ternak,” tegas Anam.

Anam melanjutkan, pedagang sebenarnya sudah tahu jika pasar hewan ditutup dan sudah ada surat edarannya. Hanya saja, yang dikhawatirkan pedagang adalah, bulan ini merupakan penentuan transaksi jual beli sapi.

“Sebentar lagi kan mendekati lebaran Idul Adha. Penentuan pedagang itu dibulan ini. Sehingga pedagang sudah punya stock bulan ini laku berapa ekor, dan bulan selanjutnya akan laku berapa dan stocknya berapa. Nah kalau kemudian pasar ditutup pedagang tidak bisa menentukan stock mereka ada berapa, sehingga memaksa agar pasar dibuka,” bebernya.

Anam menambahkan, pedagang yang memaksa untuk membuka pasar hewan, pihaknya masih menunggu instruksi pimpinan untuk tindakan lebih lanjut.

“Yang pasti hasil dari pertemuan hari ini kami akan sampaikan pimpinan kami. Kita tidak tahu apakah nanti ada surat edaran berikutnya untuk membuka lagi pasar hewan atau tidak. Terkait pasar hewan ini dibuka apa tidak kami mengikuti instruksi pimpinan dan menunggu surat edaran saja,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Malang telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/3699/35.07.201/2022 Tanggal 12 Mei 2022 tentang Kewaspadaan Dini Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dalam SE tersebut berisikan tentang diberlakukannya pembatasan lalu lintas ternak dari dan menuju Kabupaten Malang. Ditutupnya Pasar Hewan sampai batas waktu yang ditentukan. Serta, menghentikan operasional tempat pemotongan hewan (TPH) milik perorangan dan mengalihkan pemotongan ke rumah pemotongan hewan. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar