Peristiwa

Pedagang Pasar Kedurus Surabaya Unjuk Rasa

Surabaya (beritajatim.com) – Geram akibat permintaan tak dipenuhi, puluhan pedagang Pasar Kedurus, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, menggelar unjukrasa di depan kampung Kedurus 4 gang Mangga, Senin (7/9/2020).

Mereka nekat mengelar aksi lantaran permintaan untuk menertibkan keberadaan pedagang liar di luar area pasar tak diindahkan. Akibatnya, perputaran ekonomi para pedagang resmi yang berada di dalam Pasar Kedurus menurun drastis, apalagi dalam masa Pandemi Covid-19 seperti ini.

Sebelum menggelar aksi ini, pihak pedagang di dalam pasar Kedurus itu sudah berkoordinasi dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPMK).

Keluhan para pedagang di dalam pasar itu tak hanya disampaikan ke LPMK. Namun juga ke intansi pemerintahan di wilayah tersebut agar segera menertibkan pedagang di luar area Pasar Kedurus. Tapi nyatanya, pihak kelurahan bahkan Kecamatan Karang Pilang terkesan tutup mata.

“Sudah tujuh bulan ini permintaan kami tak dindahkan, pada bulan Januari, kami telah melurug kantor Kelurahan Kedurus, saat itu Lurah tidak ada di tempat. Kami juga telah mendatangi Camat, bahkan kita juga telah berkoordinasi dengan Ketua LPMK. Tetap tidak membuahkan hasil, seakan permintaan kami soal pertiban pedagang di luar pasar ini diangap sepele,” kata perwakilan pedagang pasar, Hj Manung.

Dia menegaskan, mau merangkul pedagang di luar pasar untuk bisa masuk ke dalam, dengan catatan, mereka adalah warga Kedurus. Namun bila penawaran itu tetap ditolak, lanjut Hj Manung, pihaknya meminta pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera menertibkannya.

Sebab keberadaan pedagang liar itu sangat mengganggu pengguna jalan di area tersebut. “Saya minta segera ditertibkan agar lapak pedagang liar di sepanjang jalan Kedurus Dukuh dibongkar,” tegasnya.

Bahkan bila tidak ada respon penertiban, kata Hj Manung, para pedagang akan melanjutkan aksinya pada Kamis (10/9/2020). Selain memberi dead line waktu penutupan, pihaknya juga akan mengerahkan seluruh pedagang pasar Kedurus agar keluar dari dalam pasar untuk berjualan di luar. “Kalau tidak ada penutupan. Tindakan saya, anak buah saya akan jualan diluar. Kalau LPMK tidak sanggup mengelola, kami minta PD Pasar mengambilalih pengelolaan Pasar Kedurus,” pungkasnya.[rea/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar