Peristiwa

Pedagang ‘Overload’, Pasar Pragaan Jadi Pasar Tumpah

Kondisi Pasar Pragaan yang 'tumpah' ke jalan di jalur utama Sumenep - Pamekasan (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Keberadaan Pasar Pragaan di Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep dikeluhkan sejumlah pengguna jalan. Pasalnya saat hari pasaran, pasar yang berada di jalur utama Sumenep – Pamekasan tersebut memacetkan jalan karena menjadi pasar tumpah.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi mengakui bahwa pedagang Pasar Pragaan kerap ‘tumpah’ ke jalan saat hari pasaran. Akibatnya mengganggu pengguna jalan, termasuk juga sekolah yang ada di dekat areal pasar.

“Pasar Pragaan ini merupakan pasar mingguan. Hari pasarannya Rabu. Jadi sebenarnya macetnya itu ya kalau pas Rabu. Kalau selain Rabu, bisa dibilang Pasar Pragaan ini tidak aktif,” katanya, Rabu (2/6/2021).

Namun demikian, Ardi mengaku pihaknya tidak tinggal diam dengan kondisi Pasar Pragaan yang berubah menjadi pasar tumpah tersebut. Ia mengaku tengah dalam proses pendataan jumlah pedagang, untuk melakukan penempatan dan penataan pasar.

“Kalau sekarang ini menjadi pasar tumpah, artinya jumlah pedagang itu overload. Melebihi kapasitas pasar. Karena itu, untuk kepentingan penataan, kami harus mendata supaya tahu berapa persisnya jumlah pedagang,” ujarnya.

Menurutnya, setiap hari Rabu, petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga telah turun langsung ke Pasar Pragaan, bersama instansi terkait seperti kepolisian dan Satpol PP.

“Untuk berikutnya kami berharap penertiban pedagang itu bisa langsung dilakukan pihak desa dengan cara persuasif. Mungkin ini lebih pas. Yang jelas kami sekarang tengah menyiapkan konsepnya, agar tidak sekedar menertibkan tanpa solusi,” tandasnya. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar