Peristiwa

Pedagang dan Pembeli di Pasar Kras Kediri Dirapid Test Mendadak

para pedagang dan pengunjung Pasar Kras, Kabupaten Kediri dilakukan Rapid test

Kediri (beritajatim.com) – Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri, para pedagang dan pengunjung Pasar Kras, Kabupaten Kediri dilakukan Rapid test. Tes cepat itu dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan dibantu oleh Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19.

Sebanyak 100 pedagang dan pembeli yang sedang berada di Pasar Kras diambil sample darahnya untuk rapid test. Dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, para pedagang pun sangat antusias. Bahkan sampai melebihi target dari sampling tersebut.

Seperti ibu Ena seorang pedagang ayam mengatakan, rapid test yang dilaksanakan pagi ini adalah kegiatan yang sangat bagus agar semuanya bisa terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Walaupun saya tidak ada keluhan apapun, tapi ingin memastikan bahwa saya bebas dari covid 19. Semoga semua pedagang maupun pengunjung di Pasar Kras hasilnya non reaktif. Lebih baik rutin diadakan kegiatan seperti ini agar semua bisa tahu kondisi kita bagaimana,” ucapnya.

drh. Tutik Purwaningsih Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kab. Kediri saat berada di lokasi mengatakan, kegiatan ini sebagai langkah awal untuk pengendalian penyebaran Covid-19. Di Kabupaten Kediri ada kurang lebih 14 pasar dan saat ini merupakan kegiatan yang kedua. Diharapkan dengan adanya kegiatan rapid test sejak dini, Covid-19 di wilayah khususnya Pasar Kras bisa terdeteksi.

“Hari ini teman-teman Dinas Kesehatan mengambil kurang lebih 100 sampel yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan. Kita tahu bahwa mobilitas pedagang dan pengunjung sangat tinggi. Sehingga harapan kami dari sampling ini paling tidak ada gambaran situasi di Pasar Kras,” kata drh. Tutik.

“Secara teknis tidak butuh waktu lama untuk mengetahui hasil rapid tes ini, hanya membutuhkan sekitar 30 menit. Kemudian tindak lanjut dari hasil ini, apabila ada yang reaktif, nanti segera ada pemberitahuan dari teman-teman gugus tugas. Kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Perdagangan untuk segera menginformasikan kepada yang bersangkutan untuk isolasi mandiri. Dan sementara selama kurang lebih 10 sampai 14 hari diminta untuk tidak berjualan di pasar, sambil menunggu jadwal swab dari Dinas Kesehatan,” terangnya.

Yang terpenting menurutnya adalah mematuhi protokol kesehatan, baik untuk pedagang maupun pengunjung pasar. Ini harus dilakukan terus menerus untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu drg. Agus Kepala Puskesmas Kras mengatakan, sasaran rapid tes hari ini sejumlah 100 orang yang dibagi di tiga titik. Hasilnya bisa langsung diketahui, jika ada yang reaktif nanti akan didata berdasarkan wilayah domisili sesuai KTP.

“Untuk follow up-ya, jika ada yang reaktif nanti isolasi mandiri selama 14 hari. Kepada yang bersangkutan kemudian kita agendakan untuk melaksanakan test swab. Bagi yang domisili di luar kota, karena Pasar Kras ini banyak pedagang dari luar kota, jika ada yang reaktif nanti akan kita infokan ke Dinas Kesehatan setempat,” urainya.

“Harapan kami agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan yang terpenting juga melaksanakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) baik saat beraktivitas di luar maupun bersama keluarga,” pungkasnya. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar