Peristiwa

Pecahan Guci Juga Pernah Ditemukan di Dawarblandong Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebelum ditemukannya struktur batu bata kuno di Dusun Sumberejo, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, pecahan guci juga pernah ditemukan di wilayah tersebut. Pecahan guci tersebut ditemukan di sekitar lokasi penemuan struktur batu bata kuno.

Salah satu warga, Rejo Salmani (69) mengatakan, di Desa Brayublandong beberapa kali warga menemukan sejumlah benda yang tak utuh. “Seperti pecahan guci dan benda-benda lain, termasuk koin kuno itu sering di temukan di wilayah sini sebelumnya,” ungkapnya, Selasa (13/8/2019).

Masih kata Rejo, lokasi struktur batu bata kuno yang ditemukan Samin (56) saat menggali tanah untuk saluran air tersebut berada di depan lokasi pertama ditemukan. Di lokasi tersebut juga pernah ditemukan tumpukan batu bata kuno namun warga mengira hanya batu bata biasa.

Struktur batu bata kuno ditemukan di kecamatan paling utara Kabupaten Mojokerto, yakni Kecamatan Dawarblandong. Struktur batu bata kuno tersebut ditemukan saat warga Dusun Sumberejo, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto menggali saluran air.

Untuk pertama kalinya, temuan struktur batu bata kuno yang disinyalir peninggalan Kerajaan Majapahit ditemukan di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan dan Gresik. Struktur batu bata kuno ini ditemukan di pekarangan rumah Samin (56).

Bagian yang sudah tampak berupa struktur dari tumpukan batu bata merah dengan panjang sekitar 2,5 meter yang membentang dari barat ke timur. Setiap bata merah penyusunnya mempunyai dimensi 29 x 20 x 6 cm. Belum diketahui persis berapa lapis bata merah yang menyusunnya.

Pasalnya, sebagian besar struktur batu bata kuno masih terpendam di dalam tanah. Struktur batu bata kuno ditemukan Samin pada, Minggu (10/8/2019) saat ia sedang menggali tanah untuk saluran pembuangan air dari kamar mandi rumahnya yang berada di samping rumahnya.

Terkait penemuan struktur batu bata kuno di Dusun Sumberejo, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPBC) Jawa Timur di Trowulan langsung melakukan peninjauan di lokasi penemuan.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar