Iklan Banner Sukun
Peristiwa

PDIP Bojonegoro Kawal Penyelidikan Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Wabup

Aksi damai yang dilakukan pengurus PAC dan ranting DPC PDIP Kabupaten Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dari pengeras suara terdengar nyaring suara musik mengiringi lantang orasi yang disampaikan sejumlah kader DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bojonegoro saat melakukan aksi solidaritas di Mapolres Bojonegoro, Jumat (8/10/2021).

Aksi solidaritas tersebut untuk mendukung langkah kepolisian dalam melakukan proses penyelidikan terhadap Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto terkait dugaan pencemaran nama baik keluarganya yang dilakukan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah melalui pesan di grup WhatsApp.

“Kami melakukan aksi solidaritas serta memberikan apresiasi kepada Kapolres Bojonegoro yang telah memproses pelaporan hukum yang dibuat oleh Mbak Carrine dan Wawan, sebagai kader partai,” ujar Ketua PAC DPC PDIP Kecamatan Bojonegoro, Julianto.

Aksi solidaritas yang dilakukan dengan konvoi menuju ke Mapolres Bojonegoro tersebut diikuti oleh jajaran pengurus PAC dan 18 ranting yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Aksi tersebut dibatasi hanya dengan kurang dari 100 orang karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Setelah dari Mapolres dan disambut oleh Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia, kami lanjutkan ke kantor DPC PDIP tapi tidak ada orang. Mungkin masih ada kegiatan luar,” ungkapnya.

Sementara diketahui, aksi tersebut merupakan dukungan dari para kader partai untuk saling menjaga solidaritas dan persaudaraan partai. Selain itu, juga merupakan bentuk pengawasan terhadap proses hukum agar tidak berhenti di tengah jalan dalam proses penyelidikannya.

Sebelumnya, Budi Irawanto dan anaknya Carrine Irawan Kumalasari telah membuat surat pengaduan ke polisi atas perbuatan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik keluarganya dan melanggar UU ITE karena dilakukan melalui percakapan di grup WhatsApp pada Juli 2021.

Percakapan grup WhatsApp Jurnalis dan Informasi yang beranggotakan sekitar 200 orang dari tingkat kepala desa, kepala OPD, DPRD, maupun jajaran Forpimda itu sedang membahas tentang isu keterbukaan data pasien Covid-19. Wabup yang akrab disapa Mas Wawan menilai bahwa data pasien Covid-19 yang disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro tidak valid dan ada rekayasa.

Dari obrolan tersebut Bupati Bojonegoro Anna kemudian memberi tanggapan. Termasuk menyuruh Wabup agar melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum berbicara. Obrolan terus berlanjut dan Bupati Anna mengirimkan beberapa poin obrolan yang menyangkut pembahasan private. Dari situ Wabup merasa tidak terima dan melaporkan ke polisi. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar