Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Patung Kadet Soewoko Lamongan Jadi Sasaran Vandalisme

Patung Kadet Soewoko yang berada di Jalan Poros Lamongan-Surabaya yang jadi sasaran vandalisme.

Lamongan (beritajatim.com) – Patung Kadet Soewoko yang berada di Jalan Poros Lamongan-Surabaya, tepatnya di Kelurahan Banjarmendalan, Kecamatan Deket, Lamongan, menjadi sasaran aksi vandalisme.

Aksi coret-coret itu dilakukan menggunakan cat hitam pada bagian bawah patung. Di bagian bawah patung yang berdiri kokoh dan mengacungkan senjatanya itu memuat tentang kisah heroik sang pahlawan yang nekat menyerang serdadu Belanda pada Minggu, 9 Maret 1949, menjelang siang.

Coretan tangan usil di bagian bawah patung bertuliskan “04” juga terlihat sangat mencolok menutupi dinding yang mengisahkan pertempuran sengit tersebut. Tak cukup itu, coretan lain juga menutupi nama Kadet Soewoko dan 3 kawan seperjuangannya.

Patung Kadet Soewoko yang berada di Jalan Poros Lamongan-Surabaya yang jadi sasaran vandalisme.

Ketiga kawannya tersebut yakni Widodo-Kopral TNI, Sukaeri-Kopral TNI, serta Lasiban-Kopral TNI. Mereka gugur dalam penyergapan truk yang bermuatan tentara Belanda di Desa Gumantuk, Kecamatan Maduran, Lamongan, demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, saat menghadapi Agresi Militer Belanda II.

Sontak, aksi vandalisme yang belum diketahui siapa pelakunya ini pun menuai kecaman dari para warga yang berada di lingkungan taman patung Kadet Seowoko yang dibangun tahun 1975 tersebut.

Patung Kadet Soewoko yang berada di Jalan Poros Lamongan-Surabaya yang jadi sasaran vandalisme.

Salah satu warga yang menyesalkan aksi vandalisme ini adalah Kaslem, warga setempat yang setiap hari mangkal sebagai Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas). Ia menyebut bahwa aksi ini sangat tak bermoril dan tak menghargai jasa pahlawan dari kalangan militer tersebut.

“Kalau cet ya sudah diniati, berarti ada pelakunya, orang jelas juga mencoret keempat nama pahlawan. Sayang sekali, seumur-umur ya nggak ada hal-hal seperti itu,” ujar Kaslem, Jumat (1/7/2022).

Selain tak menghargai jasa pahlawan, ungkap Kaslem, coretan tersebut juga merusak pemandangan ruang publik di kota Lamongan. Mengingat, jalan tepat berdirinya patung tesebut adalah jalur pemberhentian kendaraan yang juga dilintasi sebidang Kereta Api (KA).

Hal senada juga dikatakan warga lain, Badrio, ia bahkan sangat geram dan jengkel atas aksi vandalisme tersebut. Apalagi, aksi coret-coret itu menggunakan cat. Ia pun menduga ada oknum yang sengaja merusak patung Kadet Sowoko tersebut.

“Kurang ajar, ngerti wonge ta tak ajuri temenan (kurang ajar), tahu orangnya saya gebukin. Jelas ini disengaja, orang juga mencoret nama-nama pahlawan seolah-olah menghilangkan nama mereka,” tukas Badrio, saat ditemui wartawan di lokasi.

Lebih lanjut Badrio juga mengungkapkan, aksi vandalisme di patung Soewoko ini baru kali ini terjadi. Namun, menurutnya, aksi itu tidak dilakukan oleh warga setempat.

“Kalau anak-anak sini nggak mungkin, saya juga kurang tahu, biasanya saya sampai malam jaga juga gak menemui sosok yang mencorat-coret,” tuturnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar