Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pastikan Rangkaian Kegiatan Kasada Lancar, Polres Probolinggo Terjunkan Personel

Probolinggo (beritajatim.com) – Polres Probolinggo terjunkan sejumlah personel untuk mengamankan kegiatan Upacara Yadnya Kasada 2022 di kawasan Gunung Bromo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kegiatan Perayaan Yadnya Kasada ini memiliki rangkaian yang diawali pada Minggu (5/6/2022) gotong royong bersih-bersih Pura dan pemasangan umbul-umbul di Pura Luhur Poten Laut Pasir Gunung Bromo.

Kemudian dilanjutkan kegiatan Mendhak Tirta dan Makemit (penerimaan Tirtha dari 4 tempat) di sumber air Goa Widodaren, Air Terjun Madakaripura, Kori Agung Meru Koyo dan Rondo Kuning Ranu Pani menuju ke Pura Luhur Poten pada Senin (13/6/2022).


Selanjutnya pada Selasa (14/6/2022) diadakan kegiatan Matur Piuning Melasti dan Rakantawang di 25 titik punden, Watu Dukun dan Pura Luhur Poten.

Dilanjutkan pada Rabu (15/6/2022) terdapat kegiatan Puncak Karya Piodan Pura Luhur Poten dan Persiapan Upacara Ritual Yadnya Kasada 2022 di Pura Luhur Poten.

Dan acara puncak Yadnya Kasada digelar pada Kamis (16/6/2022), dimulai sekitar pukul 01.00 Wib dini hari, dengan pemberangkatan dari pintu gerbang masing – masing, dan sekitar pukul 04.00 Wib, dilaksanakan prosesi memasuki tempat upacara dan meletakkan peralatan pada tempat yang ditentukan. Lalu dilanjutkan acara Njener Atur Penganyar Probolinggo dan Pujan Kasada.

Selanjutnya pada Jumat (17/6/2022) diadakan kegiatan Njejer Atur Penganyar Santi Puja Pasuruan di Pura Luhur Poten dan ditutup kegiatan Kluningan pada Sabtu (18/6/2022).

“Kami telah menerjunkan personel secara optimal guna mengamankan rangkaian kegiatan yang berjalan selama enam hari mulai senin (13/6/2022) sampai sabtu (18/6/2022). Untuk puncak acara upacara Yadnya Kasada yakni besok hari,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, Rabu (15/6/2022).

Dalam kesempatam tersebut, Kapolres mengimbau, kepada seluruh umat beragama untuk saling bertoleransi dan menghormati antar pemeluk beragama sehingga dapat melaksanakan ibadahnya sesuai agama dan keyakinan masing-masing dengan khidmat dan khusuk.

“Di Kabupaten Probolinggo ini terdapat keberagaman suku, budaya dan agama sehingga kita wajib saling menghargai dan bertoleransi dengan yang lainnya agar terwujud semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki makna sebagai pribadi yang berbeda satu sama lain namun tetap memiliki satu tujuan yang sama,” pungkasnya.(tr/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar