Peristiwa

Pasien Terkonfirmasi Positif Itu Sering Salat di Masjid Syuhada Jember

ilustrasi: rapid test

Jember (beritajatim.com) – Salah satu pasien terkonfirmasi positif yang merupakan bagian dari klaster Gowa diketahui sering salat berjamaah di Masjid Syuhada, Perumahan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pemerintah kabupaten akhirnya menggelar rapid test massal untuk 46 warga perumahan tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono membenarkan jika rapid test digelar, Jumat (22/5/2020) lalu untuk melacak jejak penyebaran Covid-19. Hasil tes 24 orang warga dinyatakan reaktif.

Mashuri Harianto, anggota DPRD Jember yang juga salah satu anggota takmir masjid mengatakan, tes rapid dilakukan di halaman Masjid Syuhada dengan dikawal petugas kepolisian.

“Ada warga yang bekerja di tinggal di Perumahan Mastrip berasal Andongsari, Ambulu, pernah ke Gowa, Sulawesi Selatan, sering salat tarawih dan lima waktu di masjid,” katanya.

Menurut Mashuri, sebenarnya sebagian pengurus takmir Masjid Syuhada memutuskan tak ada penyelenggaraan salat berjamaah selama Ramadan dalam masa pandemi Covid-19. “Tapi keputusan ini tidak disetujui sebagian pengurus lain yang ingin tetap ada salat lima waktu dan tarawih. Ternyata warga yang diperiksa (menjalani rapid test, red) ini adalah yang aktif salat tarawih di Masjid Syuhada,” katanya.

Mashuri mengatakan, tidak ada yang tahu warga yang menularkan. “Bisa jadi ada warga yang keluar kota, mungkin perjalanan ke Jakarta. Kita tidak tahu mana yang bawa. Tapi (dugaan) yang kuat, karena sudah dijemput (ambulans), adalah warga yang dari Ambulu. Dia sehari-hari bekerja di Jember, tapi keluarganya di Ambulu,” jelasnya.

Takmir sebenarnya sudah mewajibkan para jamaah memenuhi protokol pencegahan penularan Covid-19, dengan jalan memakai masker, mencuci tangan, saf berjarak, dan tes suhu sebelum masuk. “Kalau ada warga yang tidak pakai masker diminta pulang. Tapi sepertinya warga yang klaster Gowa ini OTG (Orang Tanpa Gejala),” kata Mashuri.

Setelah kejadian ini, masjid ditutup. “Salat Idul Fitri pun akhirnya tidak jadi,” kata Mashuri. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar