Peristiwa

Pasien Positif Covid-19 Jatim 223 Orang, Bangkalan-Bojonegoro-Pacitan Zona Merah Baru

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 9 April 2020 pukul 19.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 13006 orang, 1260 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 223 positif Covid-19 (coronavirus)

“Jadi, total 223 orang yang positif Covid-19 di Jatim, ada tambahan 27 orang. Yang sembuh bertambah 11 menjadi 57 orang dan meninggal tetap 17 orang. Mudah-mudahan setiap hari banyak yang sembuh. Terima kasih kepada tenaga kesehatan, paramedik yang sudah memberikan pelayanan luar biasa. Zona merah bertambah tiga yaitu Bojonegoro, Bangkalan dan Pacitan, sehingga total menjadi 28 daerah,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/4/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 223 orang di Jatim itu terdiri dari 93 dari Surabaya, 10 Kabupaten Malang, 8 Kota Malang, 2 Kota Batu, 9 dari Magetan, 20 dari Sidoarjo, 7 Kabupaten Kediri, 2 Kota Kediri, 8 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 5 Lumajang, 2 Jember, 8 Situbondo, 1 Bondowoso, 1 Banyuwangi, 2 Pamekasan, 7 Tulungagung, 3 Jombang, 8 Nganjuk, 1 Kabupaten Madiun, 5 Ponorogo, 1 Trenggalek, 13 Lamongan, 1 Bangkalan, 1 Pacitan, 1 Bojonegoro dan 2 Tuban.

Dari data tersebut, ada 17 pasien yang meninggal, yakni 1 di Kabupaten Malang, 8 di Surabaya, 2 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 2 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan dan 1 Tuban.

Ada 57 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 8 dari Malang, 27 dari Surabaya, 3 dari Sidoarjo, 1 dari Gresik, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 1 dari Kabupaten Kediri, 1 Jember, 1 Kota Kediri, 4 Situbondo dan 1 Banyuwangi.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan Covid-19. “Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis. Gunakan masker setiap keluar rumah,” pungkasnya. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar