Peristiwa

Pasien PDP di Bangkalan Dimakamkan

Bangkalan (beritajatim.com) – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirujuk ke RSUD Syamrabu, Kabupaten Bangkalan, sejak Selasa (17/3/2020) lalu, meninggal dunia, Kamis (26/3/2020) malam. Dari hasil tes, pasien dinyatakan negatif Corona sehingga jenazah diserahkan ke pihak keluarga.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Satgas anti Corona Bangkalan, SetijaBudhi menjelasakan. Pasien sudah menjalani pemeriksaan dan tes, hasilnya negatif Corona. Penyebab meninggalnya karena penyakit lain. “Sebelumnya pasien ini dirawat intensif di ruang isolasi,” terangnya, Jumat (27/3/2020).

Namun jawaban berbeda disampaikan oleh Jubir Satgas anti Corona, dokter Catur Budi Keswardiono mengatakan, untuk hasil swab kedua belum keluar. Sehingga, pasien masih berstatus PDP dan penanganan jenazah sesuai dengan protokol pasien Covid 19.

“Penanganan jenazah sesuai protokol pasien Covid 19 sehingga melibatkan unsur Polisi dan TNI untuk pengamanan. Karena status masih PDP dan untuk prinsip kehati-hatian demi kemaslahatan bersama,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan penanganan jenazah sebelum dikembalikan ke pihak keluarga, telah dibungkus plastik dan tidak dimandikan. Sehingga, keluarga pasien yang menerima tidak ikut terinfeksi jika nantinya hasil lab menunjukkan hasil yang positif. “Dibungkus plastik baru diberi Kain kafan, sesuai protokol pasien Covid tidak boleh dimandikan,” imbuhnya.

Diketahui, pasien asal Kecamatan Klampis ini baru pulang dari Afrika pada 10 Maret 2020 lalu. Beberapa hari kemudian, pasien menderita demam dan tak kunjung sembuh. Akhirnya pihak keluarga membawa ke Puskesmas Arosbaya.

Namun, karena tak kunjung membaik, akhirnya dirujuk ke RSUD Syamrabu. Pasien meninggal dunia pada pukul 23.30 WIB malam tadi di RSUD Syamrabu saat kondisi pasien masih dalam perawatan.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar